Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INVESTASI BARU: Kuartal I/2012, BKPM menerima pengajuan Rp129,1 triliun

JAKARTA: BKPM menerima pengajuan investasi baru senilai Rp129,1 triliun sepanjang kuartal I/2012.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 20 Mei 2012  |  13:42 WIB

JAKARTA: BKPM menerima pengajuan investasi baru senilai Rp129,1 triliun sepanjang kuartal I/2012.

 

Deputi Perencanaan Penanaman Modal BKPM Tamba Hutapea memaparkan investasi tersebut terdiri dari 1.264 proyek pendirian perusahaan baru.

 

“Itu hanya pendirian perusahaan baru, tidak termasuk perluasan. Perluasan bisa lebih besar daripada itu,” katanya kepada Bbisnis, Jumat 18 Mei 2012.

Pengajuan investasi tersebut terdiri dari penanaman modal asing (PMA) senilai US11,6 miliar yang terdiri dari 944 proyek dan 320 proyek penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp24,6 triliun.

 

Berdasarkan bidang usaha, BKPM memberikan izin atas pengajuan 156 proyek pendirian perusahaan baru di sektor primer dengan nilai investasi sebesar Rp12,8 triliun.

 

Izin investasi dalam sektor sekunder terdiri dari 320 proyek senilai Rp39,9 triliun, sedangkan investasi dalam sektor tersier terdiri dari 788 proyek bernilai total Rp76,4 triliun.

 

Tamba memperkirakan rencana-rencana investasi tersebut bisa menyerap hingga 130.527 tenaga kerja setelah terealisasi.

 

Dia menjelaskan jangka waktu realisasi rencana-rencana investasi di atas beragam, tergantung pada bidang usaha masing-masing.

 

“Sektor primer biasanya 4—5 tahun, sekunder 2—3 tahun, tersier antara 1—3 tahun, sedangkan konstruksi 3—4 tahun,” papar Tamba. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top