Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SUKHOI JATUHCVR berhasil dibaca, KNKT akan lakukan transkrip

 
Arif Gunawan Sulistyono
Arif Gunawan Sulistyono - Bisnis.com 18 Mei 2012  |  17:13 WIB

 

JAKARTA: Komite Nasional Keselamatan Transportasi berhasil membaca cocpit voice recorder (CVR) yang merekam percakapan pilot Sukhoi Super Jet 100 yang jatuh di Gunung Salak.
 
“Rekaman CVR  berhasil kami download setelah media pembacanya dikirim tadi malam [Kamis malam] dari Rusia. Sekarang lagi memastikan durasi yang akan ditranskrip dari penerbangan sesi kedua penerbangan Sukhoi ini,” kata Senior Investigator Kecelakaan Transortasi Udara Komite Nasional Keselamatan Transortasi (KNKT) Mardjono Siswosuwarno di kantor KNKT, Jumat, 18 Mei 2012.
 
Mardjono menjelaskan pihaknya hanya akan mendownload pembicaraan pada penerbangan Sukhoi Super Jet 100 sesi kedua, yakni durasi 21 menit.
 
Pesawat Sukhoi Super Jet 100 milik Rusia yang jatuh di Gunung Salak, Bogor pada 9 Mei 2012 merupakan penerbangan sesi. kedua yang terbang mulai pukul 14.12 WIB dan hilang kontak 14.33 WIB, sedangkan penerbangan sesi pertama dimulai pukul 11.30 WIB. Pesawat ini tengah melakukan joy flight (penerbangan demo promosi). 
 
Mardjono menjelaskan media pembaca CVR yang merupakan bagian dari black box (kotak hitam) pesawat Sukhoi Super Jet 100 sudah didatangkan dari Rusia pada Kamis malam [17 Mei], sehingga pada Jumat siang sudah dapat mendownload isi percakapan pilot. 
 
"Wadah pembaca memori CVR dari Rusia sudah datang, karena alat serupa milik KNKT tidak pas, kami punya seri PN  1020, punya Rusia pN 1025. Alat ini untuk mereplay memory. Jadi meskipun CVR terbakar, datanya masih bisa dibaca," ucap Mardjono.
 
Senior Investigator KNKT Capten FX. Nurcahyo mengatakan untuk download isi percakapan dalam CVR, hanya butuh 20 menit. Selanjutnya akan dianalisa dan dicocokan apakah benar ini rekaman dari pesawat yang terkena musibah itu, lalu akan dibuat transkrip percakapan detik per detik termasuk background (latar belakang) suara di kokpit, kemudia dianalisa.
 
"Proses transkrip ini, kami berasumsi akan ada pembicaraan berbahasa Rusia, untuk itu akan didampingi penerjemah dari Rusia, namanya Sergei. Dari Indonesia untuk proses download ada dua orang, yakni Capten Santoso Sayogo, dan saya Nurcahyo. Dari Rusia Sergei Sayoko dan Sergei Corokiev pilot rusia, dan satu interpreter orang penerjemah," tuturnya.
 
Dia menjelaskan pihaknya harus secara ditel membaca isi CVR. Untuk transkrip saja butuh 5-6 jam untuk pembicaraan 30 menit. 
 
Senior Investigator KNKT Suryanto Cahyono mengatakan untuk kasus kecelakaan pesawat Mandala Airlines di Medan pada 2005, menyelesaikan transkrip pembicaraan butuh waktu sehari semalam padahal durasi pembicaraan hanya 10 menit.
 
Kasus Garuda Indonesia pada 2007 di Sibolangit Sumatera Utara, lanjut Suryanto,  pembicaraan 2 jam, membuat transkrip butuh waktu 1 tahun. "Banyak pembicaraan yang tidak jelas. Tidak linier, tidak semudah itu, mudah-mudahan dengan disiplin kokpit jadi jelas," tuturnya.
 
Dia menerangkan, dalam analisa CVR, yang paling penting suara background pembicaraan di kokpit. "Misalnya keluar sura 'ting', itu kadang warning (peringatan) berupa suara, kita akan analisa, bisa 5-6 jam. Kasus Adam Air, butuh 2 minggu menentukan background," ujar Suryanto.
 
Mardjono menjelaskan hasil analisa CVR Sukhoi ini tidak akan di publish ke publik karena dilarang dalam aturan penerbangan internasional. "Nanti akan dipublsih setelah keseluruhan investigasi selesai, kami terikat aturan penerbangan internasional," kata Mardjono yang Guru Besar Intitute Teknologi Bandung. (sut)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top