Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PROYEK KONSTRUKSI: Skema leasing diusulkan

JAKARTA: Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum mengajukan usulan skema pembiayaan build operate leasing pada swasta, untuk pembangunan konstruksi nasional.Skema leasing diterapkan dengan metode pembiayaan proyek didanai oleh investor
Linda Tangdialla
Linda Tangdialla - Bisnis.com 14 Mei 2012  |  15:42 WIB

JAKARTA: Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum mengajukan usulan skema pembiayaan build operate leasing pada swasta, untuk pembangunan konstruksi nasional.Skema leasing diterapkan dengan metode pembiayaan proyek didanai oleh investor swasta, yang kemudian pembayarannya akan dicicil oleh pemerintah dalam beberapa tahun sesuai dengan kontrak kerja. Adapun sumber pembiayaan berasal dari pendapatan tetap pertahunnya dalam anggaran negara.Kepala BP Konstruksi Bambang Goeritno mengatakan metode leasing itu sudah banyak digunakan beberapa negara tetangga seperti Korea. Misalnya saja, mereka membiayai proyek pembangunan sekolah dan sarana lainnya dengan skema tersebut."Umumnya proyek yang didanai adalah proyek-proyek yang berkaitan langsung dengan masyarakat sekitar. Swastanya bukan semata pengusaha atau kontraktor saja, tapi bisa juga yayasan," ujarnya, Senin 14 Mei 2012.Menurutnya, memang skema itu diperkirakan tidak bisa diterapkan untuk proyek dengan biaya besar. Alasannya, umumnya skema itu kurang diminati swasta karena resikonya cukup besar, dan pengembalian investasi baru akan kembali dalam beberapa tahun kedepan.Adapun sumber-sumber pembiayaan yang dapat digunakan untuk mendanainya seperti pendapatan pajak atau penerimaan tetap pemerintah lainnya, yang masuk dalam APBN.Bambang mengatakan pola pembiayaan investasi baru memang dibutuhkan saat ini untuk menutupi gap pembiayaan infrastruktur nasional. Berdasarkan data Bappenas, kebutuhan anggaran infrastruktur 2012-2014 mencapai Rp1.429triliun.Kebutuhan itu, hanya mampu dipenuhi oleh pemerintah sebesar Rp451 triliun atau sekitar Rp31%nya. Artinya, masih dibutuhkan Rp978 triliun atau 69% nya dari sumber pembiayaan lainnya untuk menutupinya. (ra)

 

 

+ BACA JUGA :

>>> Top 5 Editors Choice Bisnis Indonesia

>>> Steve Wozniak Kepincut Saham Facebook

>>> Menhub Minta Asuransi Korban Sukhoi Rp1,25 Miliar per Orang

>>> City juara Liga Inggris

>>> 5 Rubrik TERPOPULER

>>> 10 ARTIKEL Paling Banyak DIBACA


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top