Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TRAGEDI SUKHOI: Rencana pembelian 42 unit terancam ditunda

JAKARTA: Rencana pembelian 42 unit pesawat Sukhoi Super Jet 100 senilai US$1,22 miliar oleh dua maskapai nasional, Sky Aviation dan Kartika Airlines, terancam ditunda menyusul jatuhnya pesawat jenis ini di Gunung Salak, Bogor justru saat demo terbang
Arif Gunawan Sulistyono
Arif Gunawan Sulistyono - Bisnis.com 10 Mei 2012  |  16:49 WIB

JAKARTA: Rencana pembelian 42 unit pesawat Sukhoi Super Jet 100 senilai US$1,22 miliar oleh dua maskapai nasional, Sky Aviation dan Kartika Airlines, terancam ditunda menyusul jatuhnya pesawat jenis ini di Gunung Salak, Bogor justru saat demo terbang promosi.Padahal Kementerian Perhubungan sudah merestui pembelian 12 unit pesawat Sukhoi Super Jet 100 (SSJ 100) oleh Sky Aviation pada saat penandatangan Head of Agreement (HOA) di Le Bourget Airshow, Prancis pada 16 Agustus 2011.Wakil Ketua Komisi V DPR Nusyirwan Soejono mengatakan penyebab jatuhnya pesawat Sukhoi Super Jet 100 perlu lebih jelas diketahui karena bisa disebabkan pesawatnya atau juga bisa faktor manusia."Yang penting sudah memenuhi persyaratan teknis, sertifikasi nasional dan internasional,"  katanya, Kamis, 10 Mei 2012.Dia menambahkan semua pesawat diproduksi dimana pun dan akan digunakan di wilayah teritorial Indonesia harus mendapatkan sertifikat atau izin kelayakan terbang dan memenuhi persyaratan teknis nasional maupun internasional."Selama persyaratan tersebut dipenuhi, tidak masalah apablia ada pihak yang sudah melakukan kontrak dengan Sukhoi," ujarya.Artinya kedua maskapai yang sudah melakukan perjanjian beli Sukhoi Super Jet 100 ini harus melakukan uji kelayakan terlebih dahulu sebelum mendatangkan pesawatnya ke Indonesia.Selain itu, kedua maskapai harus menunggu hasil investigasi penyebab kecelakaan pesawat yang jatuh di Pegunungan Salak, Bogor Jawa Barat pada Rabu, 9 Mei 2012.Menurut Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi Nasional (KNKT) Tatang Kurniadi, untuk mendapatkan hasil investigasi kecelakaan suatu pesawat, perlu tahapan, berdasarkan ketentuan dari International Civil Aviation Organization (ICAO)."Biasanya butuh waktu 1 tahun untuk bisa dipublikasikan hasil investigasi."Dia mencontohkan pada kasus kecelakaan pesawat MA-60 milik Merpati Nusantara Airlines yang jatuh di perairan Kaimana, Papua pada 7 Mei 2011. Hasil investigasi dipublikasikan pada 7 Mei 2012, atau satu tahun pasca kejadian.Adapun kedua maskapai yang sudah melakukan perjanjian beli pesawat SSJ 100 akan mulai mendatangkan pesawat pesanannya mulai Agustus 2012. Padahal, hasil investigasi KNKT untuk kecelakaan pesawat Sukhoi ini baru dipublikasikan pada 9 Mei 2013.Direktur Kartika Airlines Arifin Seman mengatakan pihaknya sudah melakukan penandatangan pembelian 30 unit Sukhoi Super Jet 100 dari Sukhoi Civil Aircratf Co (SCAC) Rusia senilai US$840 juta sejak 20 Juli 2010 di ajang Farnborough Air Show 2010."Pesanan pertama direncanakan datang pada September 2012 sebanyak dua unit," kata Arifin.Terkait adanya kecelakan pesawat SSJ 100 ini, Arifin mengatakan pihaknya belum dapat mengambil keputusan apakah harus menunda kedatangan pesawat pesanannya tersebut."Kami akan melakukan evaluasi penyebab hilang kontak pesawat SSJ 100 apakah karena dari navigasi atau kerusakan pesawat," tuturnya. (ra)

 

BACA JUGA:

>>Jangan Wait & See, Kejarlah Dolar & Obligasi

>>Sampoerna serious on bank business

>>BI Tak Bisa Mediasi Bos Femina vs Citibank Gara-Gara Potensi Keuntungan

>> SUKHOI CRASH: Police to identify victim's family to match with bodies

10 ARTIKEL PILIHAN Hari Ini

 5 Kanal TERPOPULER Bisnis.com

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top