Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OTOMOTIFCX-5 ditargetkan topang penjualan Mazda

 
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 10 Mei 2012  |  22:17 WIB

 

JAKARTA: PT Mazda Motor Indonesia, agen tunggal pemegang merek Mazda, berharap besar pada produk terbarunya Mazda CX-5 agar bisa meraup pertumbuhan penjualan 33,4% di pasar domestik pada tahun ini.
 
Untuk itu, kontribusi pasar Mazda CX-5 diharapkan bisa langsung mencapai 26,7% dari total target penjualan Mazda sebesar 12.000 unit pada 2012.
 
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan Mazda pada tahun lalu mencapai 8.933 unit dengan kontribusi terbesar diraih hatchback Mazda2 sebesar 5.433 unit.
 
Masahiro Moro, Executive Officer for Global Sales and Marketing Mazda Motor Co, mengatakan Mazda CX-5 ditargetkan dapat terjual di pasar domestik sebanyak 3.200 unit dari total penjualan. Saat ini, Mazda CX-5 diimpor secara utuh (CBU) dari Jepang. 
 
Indonesia, ujarnya, merupakan pasar yang paling penting bagi Mazda karena menjadi terbesar kedua Asia Tenggara setelah Thailand. 
 
“Untuk itu, kami terus melakukan terobosan di Indonesia dengan menawarkan produk terbaru tersebut,” kata Moro dalam peluncuran Mazda CX-5 Kamis, 10 Mei 2012.
 
Menurut dia, Mazda global telah mengembangkan CX-5 sejak 2007 dengan menciptakan sasis, bodi dan transmisi baru. Salah satu tujuannya adalah untuk mendapatkan efisiensi bahan bakar 30%.
 
Program Mazda global jangka panjang, tuturnya, adalah melakukan penghematan bahan bakar hingga 30% untuk seluruh model yang akan dirilis secara berkelanjutan. “Pada 2015, kami berharap 80% produk Mazda sudah mengadopsi teknologi tersebut. Adapun, Produk pertama dimulai dengan CX-5,” kata Moro.
 
Yamaguchi, Corporate Planning PT MMI, mengatakan Mazda CX-5 yang merupakan mobil pada segmen mini SUV (crossover) dibekali dengan mesin Skyactiv G 2.000 cc dan sistem penggerak depan yang diklaim irit konsumsi bahan bakar dengan rerata 16 km per liter. 
 
Selain diklaim hemat bahan bakar, kandungan gas buang karbondioksida yang dikeluarkan juga lebih rendah 15% dibandingkan dengan mesin konvensional berkapasitas yang sama. (sut)
 

 

+ JANGAN LEWATKAN:

10 ARTIKEL PILIHAN Hari Ini

5 Kanal TERPOPULER Bisnis.com

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top