POTENSI DAERAH: Jatim miliki potensi blue economy

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 April 2012  |  17:58 WIB

 

 

MALANG: Jawa Timur (Jatim) mempunyai potensi besar di bidang pengembangan blue economy. Salah satu potensi tersebut ditandai dengan budidaya ikan hias di wilayah Blitar dan Tulung Agung yang mampu memberi kontribusi Rp250 miliar per tahun baik dari pasar lokal maupun internasional.

 
Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekonomi Sosial dan Budaya, Suseno Ekoyono, mengatakan potensi ikan hias dari Blitar dan Tulung Agung tersebut mencapai 70% dari potensi ikan hias yang ada di Indonesia. Kondisi tersebut menunjukkan betapa besarnya potensi ikan hias yang ada di Jatim.
 
 
“Potensi ikan hias utamanya Koi dari Indonesia tersebut berada di urutan kedua dunia setelah China. Dan ikan hias dari Blitar dan Tulung Agung memberikan kontribusi yang cukup besar,” kata Suseno usai talkshow dengan tema Blue Economy di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Sabtu (28/4).
 
 
Selain ikan hias, potensi yang dimiliki oleh perairan di Jatim dan banyak menyumbangkan pemasukan dari ekspor secara nasional adalah ikan tuna. Per tahun ekspor ikan tuna dari Indonesia mencapai US$ 400 juta.
 
 
Sayangnya, besarnya potensi wilayah perairan yang ada itu, juga ditandai dengan banyaknya kasus ilegal fishing. Dimana 1/4 dari total kerugian dunia akan ilegal fisihing terjadi di Indonesia.
 
 
“3/4 luas wilayah Asia Tenggara adalah Indonesia. Sehingga adalah wajar jika Indonesia menjadi pusat pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
 
 
Kepala Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan, Agus Heri Purnomo, mengatakan pada prinsipnya blue economy membidik tiga kepentingan yakni pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan penyehatan lingkungan.
 
 
“Atau lebih tepatnya pengembangan ekonomi yang mengandalkan sumberdaya kelautan yang secara masif dikaitkan dengan manajemen kesinambungan dan pelestarian aset,” jelas Agus.
 
 
Blue economy sendiri, ujar dia, merupakan hasil rumusan pada pertemuan para pakar dan stakeholder Nasional pada 23 April lalu di Bogor. Blue economy dalam konteks pembangunan berkelanjutan dan pengentasan kemiskinan akan menjadi pengembangan salah satu tema dalam konferensi PBB dalam pembangunan berkelanjutan atau green economy yang akan digelar di Rio de Jeinero Brasil pada 20-22 Juni 2012.
 
 
“Dalam pertemuan yang dikenal dengan Rio+20 tersebut akan dihadiri oleh para pimpinan negara termasuk Presiden RI. Dan blue economy akan menjadi masukan kepada pemerintah untuk bisa menjadi bahan dalam pertemuan di Rio de Jeinero tersebut,” ungkap dia.
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Mohammad Sofi'i

Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top