PRODUKSI BENIH: Produksi East West tahun ini dipatok 3.000 ton

JEMBER, Jawa Timur:  Produsen benih PT East West Seed Indonesia tahun ini memproyeksikan dapat memproduksi 160 jenis benih hortikultura sebanyak 3.000 ton, melalui pengembangan kemitraan dengan 7.000 petani a.l. diperluas ke Jawa Timur dan Kalimantan.Perusahaan
News Editor | 26 April 2012 14:05 WIB

JEMBER, Jawa Timur:  Produsen benih PT East West Seed Indonesia tahun ini memproyeksikan dapat memproduksi 160 jenis benih hortikultura sebanyak 3.000 ton, melalui pengembangan kemitraan dengan 7.000 petani a.l. diperluas ke Jawa Timur dan Kalimantan.Perusahaan benih yang berkantor pusat di Purwakarta, Jawa Barat, itu selama 2 tahun mendatang (2012–2013) akan membangun 400 unit shelter dan nethouse dengan dana senilai Rp14,35 miliar, untuk dihibahkan kepada petani mitra binaan. Peralatan sejenis tenda jaring itu dipasang di lahan milik petani guna mencegah serangan hama tanaman.Managing Director PT East West Seed Indonesia (Ewindo) Glenn Pardede mengatakan peluang produk benih sayuran hibrida di pasar domestik cukup besar dengan pangsa 13.000 ton per tahun, diantaranya 50% masih diimpor.Kondisi tersebut mendorong produsen benih sayuran bersertifikat di dalam negeri meningkatkan volume produksi, melalui pasokan bahan baku biji dari petani. Namun, upaya menggenjot produksi biji terkendala munculnya hama tanaman akibat cuaca ekstrim.“Iklim akhir-akhir ini mudah berubah, maka kami menyiapkan shelter dan nethouse untuk diperbantukan kepada petani mitraan binaan. Pola perlindungan hama itu  guna mengejar target produksi benih sayuran sebanyak 3.000 ton tahun ini,” ujarnya di sela-sela penyerahan bantuan shelter dan nethouse kepada 400 petani mitra binaan Ewindo, hari ini Kamis 26 April 2012.Petani sebanyak itu memiliki lahan seluas 20 hektare di Kab. Jember dan Kab. Banyuwangi yang dimanfaatkan untuk budidaya aneka sayuran.Biji dari hasil panenannya lalu dipasok ke Ewindo untuk diproses menjadi benih sayuran tropis hibrida bersertifikat yang dipasarkan dengan merk dagang Cap Panah Merah, a.l. benih mentimun, cabe, melon, pare, labu dan lainnya lagi.Adapun petani yang mendapatkan hibah alat perlindungan tanaman adalah yang telah menjalankan program kemitraan 5 tahun lebih. Dengan dipasangi perangkat tersebut, maka lahan budidaya sayuran bisa terlindungi hana kutu dan air hujan yang masuk tersaring menjadi titik-titik embun.Glenn menambahkan bantuan shelter dan nethouse bagi petani di 2 kabupaten di Jatim itu merupakan bagian dari bantuan serupa yang ditujukan petani mitra binaan di Pulau Jawa maupun luar Jawa.“Kami selama 2012 – 2013 mengalokasikan dana sekitar Rp14,35 miliar untuk penyiapan shelter dan nethouse yang dihibahkan bagi petani mitra binaan kami, 50% dari dana itu dibantu Pemerintah Belanda melalui program Private Sector Investment (PSI),” papar Glenn, seraya menyebutkan bahwa investor Ewindo berasal dari Eropa.

 

Sejak 1990Corporate Communication Manager PT East West Seed Indonesia Retha A Dotulong menyebutkan produsen  benih tersebut sejak beroperasi mulai 1990 hingga kini telah menjalin kemitraan dengan 7.000 petani, sebagian besar memiliki areal 500 m2 untuk budidaya aneka sayuran.Semula program kemitraan diawali dari Pulau Jawa, kemudian diperluas ke Sumatera dan sejak tahun lalu ke Kalimantan.“Kami menyerahkan benih kepada petani untuk ditanam dan biji dari panen sayurannya kami serap. Program ini berlangsung saling menguntungkan,” tuturnya.Selain petani produsen biji sayuran, Ewindo juga membina petani konsumsi/komersial pengguna produk perusahaan tersebut yang berjumlah sekitar 10 juta orang di seluruh Indonesia. Dalam mengembangkan kemitraan, Ewindo menugaskan sejumlah penyuluh untuk membina petani. (K22/Bsi)

Sumber : Adam A Chevny

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top