PANASONIC incar penjualan 200.000 unit AC

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 April 2012  |  21:12 WIB

 

JAKARTA: Panasonic Gobel Indonesia mengincar penjualan 200.000 unit produk air conditioner (AC) inverter hingga akhir tahun ini sebagai upaya perusahaan tersebut untuk meraup pangsa pasar sebesar 10%.
 
Ronny Heribertus, Product Manager Air Conditioner Panasonic Gobel Indonesia, menuturkan pada tahun lalu pihaknya baru bisa menjual produk AC inverter sebanyak 140.000 unit.
 
Dengan demikian, ujarnya, pabrikan produk elektronik tersebut baru bisa menguasai pangsa pasar AC dengan kisaran 7%—8% pada 2011.
 
Menurutnya, pada tahun ini pasar AC diprediksi bisa mencapai 2 juta unit atau tumbuh 25%—30% dibandingkan dengan realisasi penjualan tahun lalu yang mencapai 1,75 juta unit.
 
“Kami optimistis penetrasi pasar AC inverter kami bisa mencapai 10% atau 200.000 unit dari total pasar AC sebanyak 2 juta unit di Indonesia pada tahun ini,” ujarnya hari ini.
 
Dia mengemukakan tren penggunaan AC ke depan diprediksi akan mengarah kepada AC inverter. 
 
Hal itu disebabkan, tegasnya, AC inverter dinilai lebih hemat energi sehingga sesuai dengan program pemerintah yang menggalakkan masyarakat agar menghemat energi.
 
Ronny mencontohkan sejumlah negara di Asia Tenggara pun telah menggunakan AC inverter sehari-hari.
“Setidaknya 80%—90% pasar Singapura telah menggunakan AC jenis ini [AC inverter],” tuturnya.
 
Saat ini, ujar Ronny, pasar Indonesia belum begitu tergerak untuk mengarah ke AC yang mengandalkan hemat energi ini.
Akan tetapi, katanya, Panasonic optimistis bisnis AC inverter akan booming setidaknya 5—7 tahun ke depan seiring dengan isu hemat energi yang terus digalakkan pemerintah.
 
“Konsumen sekarang belum melirik AC jenis ini, namun kami optimistis beberapa tahun ke depan bisnis ini akan menjadi bisnis potensial,” ujarnya.
 
Menurut Ronny, industri AC akan menjadi bisnis yang sangat potensial beberapa tahun ke depan. Faktor utamanya adalah daya beli masyarakat yang dinilai makin tinggi.
 
Musim kemarau yang panjang, tuturnya, dinilai menjadi penyebab banyak konsumen memerlukan AC di rumah atau di kantor.
 
Selain itu, faktor lainnya adalah gencarnya pemerintah dan pengusaha membangun infrastruktur di sejumlah daerah, seperti property, hotel, dan lain-lain.
 
Saat ini, ungkapnya, Pulau Jawa masih berkontribusi besar terhadap penjualan produk Panasonic. “Setidaknya 80% produk kami terserap di Pulau Jawa. Daya beli konsumen di luar Jawa sih cenderung ada, namun ketidakstabilan listrik di sana menyebabkan produk AC kurang tumbuh di sana,” tuturnya.
 
Dia mengungkapkan produk AC menjadi kontributor terbesar Panasonic Gobel Indonesia dengan persentase 35%.
Setelah itu, tambahnya, pendapatan perusahaan didukung oleh beberapa produk, mulai dari kulkas, mesin cuci, hingga pompa air.
“Produk lainnya, seperti audiovisual, lampu, dan solar cell masih berkontribusi kecil terhadap pendapatan perusahaan,” ujarnya.
 
Eduard Aribinsar Naibaho, Direktur Operasi PT Electronic City Indonesia, menuturkan permintaan AC di mal tersebut tumbuh secara signifikan dari tahun ke tahun. Bahkan, menurutnya, pasar AC inverter tumbuh sekitar 125%—130% per tahun.(sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Herdiyan

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top