PERLINDUNGAN TKI: Sistem G to P akan diperluas

JAKARTA: Sistem penempatan tenaga kerja Indonesia melalui government to private (G to P) akan dikembangkan lebih luas lagi dengan beberapa negara lainnya.
Jessica Nova
Jessica Nova - Bisnis.com 23 April 2012  |  13:29 WIB

JAKARTA: Sistem penempatan tenaga kerja Indonesia melalui government to private (G to P) akan dikembangkan lebih luas lagi dengan beberapa negara lainnya.

 

Sebelumnya, program rintisan diterapkan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dengan perusahaan penyalur pekerja dengan IRC Global Search (M) Sdn Bhd di Penang, Malaysia sejak akhir 2011.

 

Menurut Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh. Jumhur Hidayat, program rintisan penempatan TKI formal semiterampil dan terampil dalam skema government to private (G to P) cukup menggembirakan.

 

“Ini merupakan program pertama kali dan ternyata hasilnya sangat bagus untuk dikembangkan ke lebih banyak negara, karena membuat TKI bermartabat dan terjamin perlindungannya,” jelasnya pada Senin, 23 April 2012.

 

Jumhur menjelaskan penempatan TKI dengan sistem G to P menempatkan sekitar 169 TKI formal untuk bekerja di pabrik Seagate, perusahaan multinasional Amerika Serikat yang memproduksi piranti hard disk komputer.

 

Di perusahaan itu, para TKI memperoleh gaji per bulan rata-rata RM1.200 atau setara degan Rp3,6 juta, di luar jaminan pemondokan yang setiap tiga kamar hanya diisi oleh lima orang pekerja.

 

Bahkan, para TKI juga difasilitasi dengan bus antarjemput ke tempat kerja maupun sebaliknya.

“Para TKI di Penang itu bekerja juga tidak boleh melebihi 60 jam per minggu, termasuk lembur dan memperoleh tambahan biaya lembur,” ungkap Jumhur. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top