PASAR ALAT BERAT: Permintaan domestik dipicu usaha batu bara

JAKARTA: Pertumbuhan industri alat berat secara nasional diprediksi akan terdorong seiring dengan meningkatnya pasokan dan permintaan batu bara dari luar negeri dan domestik.Presiden Direktur PT Kobexindo Tractors Tbk, Humas Soputro, menuturkan pihaknya
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 April 2012  |  14:46 WIB

JAKARTA: Pertumbuhan industri alat berat secara nasional diprediksi akan terdorong seiring dengan meningkatnya pasokan dan permintaan batu bara dari luar negeri dan domestik.Presiden Direktur PT Kobexindo Tractors Tbk, Humas Soputro, menuturkan pihaknya memperkirakan industri alat berat di Indonesia akan tumbuh 25% hingga akhir tahun“Hal tersebut didorong oleh tingginya permintaan dari sektor batubara,” katanya seperti dikutip dari Antara pekan lalu.Menurutnya, saat ini Kobexindo memimpin segmen pasar medium size untuk volume alat berat dengan beban 50 ton.Dia menegaskan Kobexindo akan fokus pada potensi pasar yang selama ini menjadi kekuatan alat berat dengan daya angkut 50 ton untuk sektor pertambangan.“Nanti kalau sudah settled, kami akan masuk ke segmen pasar small dan big, karena rata-rata volume daya angkut dari produk yang kami pasarkan [merek NHL] itu mulai dari 30 ton hingga 150 ton,” tuturnya.Deputy Sales and Marketing Kobexindo, Almuqri Sagitri Putra, menambahkan permintaan tertinggi dari produk yang dipasarkan Kobexindo adalah Doosan Excavator dan NHL Rigid Dump Truck.Menurutnya, pangsa pasar excavator sekitar 39% dari populasi alat berat yang mencapai 23.000 unit. Adapun saat ini pangsa pasar Kobexindo pada sektor alat berat nasional mencapai 6%.Dia mengemukakan prospek bisnis industri alat berat memang cukup cerah dalam lima tahun terakhir ini.Penjualan alat berat pada 2007 sebesar 7.038 unit dan tumbuh pesat pada 2008 yang mencapai 9.684 unit atau tumbuh lebih dari 37%.Pada 2009, pertumbuhannya sedikit melemah menjadi 6.777 unit. Akan tetapi, penjualan alat berat kembali meningkat sebanyak 12.460 unit pada 2010.“Bahkan, penjualannya mencapai 19.977 unit pada tahun lalu. Pada tahun ini, penjualan alat berat diperkirakan bisa melampaui angka 23.000 unit,” tuturnya.(faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Herdiyan

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top