MAKRO EKONOMI: Kondisi fiskal sehat dipertahankan

JAKARTA: Pemerintah akan melakukan pengaturan serta pengendalian untuk menjaga kondisi fiskal di dalam negeri tetap sehat dan asumsi makro yang ada dalam APBN-P 2012 bisa terealisiasi.Dengan demikian beban pemerintah tidak bengkak akibat batalnya kenaikan
Martin-nonaktif
Martin-nonaktif - Bisnis.com 19 April 2012  |  13:43 WIB

JAKARTA: Pemerintah akan melakukan pengaturan serta pengendalian untuk menjaga kondisi fiskal di dalam negeri tetap sehat dan asumsi makro yang ada dalam APBN-P 2012 bisa terealisiasi.Dengan demikian beban pemerintah tidak bengkak akibat batalnya kenaikan harga premium yang rencananya dilakukan per 1 April.Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan upaya pengaturan dan pengendalian tersebut harus dilakukan mengingat postur di APBN-P 2012 disusun dengan asumsi kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi sebesar Rp 1.500 per liter yang sedianya dilakukan 1 April 2012, namun tidak terlaksana.“APBN-P 2012 posturnya dengan asumsi menaikkan BBM [Rp] 1.500 [per liter], tetapi pelaksanaannya tidak menaikkan BBM sehingga ada miss match. Perlu kita lakukan pengaturan, pengendalian,” kata Hatta menjawab pertanyaan wartawan di Istana presiden Kamis, 19 April 2012.Upaya pengaturan dan pengendalian dalam pelaksanaan APBN-P 2012 tersebut, pembahasannya juga dilakukan pada hari ini dalam rapat kabinet terbatas yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden yang dimulai hari ini pukul 12.00.Dengan pengaturan dan pengendalian tersebut, ujarnya, diharapkan akan menjadikan fiskal sehat, kuota BBM bersubsidi bisa tetap dipertahankan atau kalaupum melebihi masih dalam katagori bisa diatasi dengan baik.“Nanti harus ada pengendalian supaya tidak bengkak,” kata Hatta. (ra)

 

BACA JUGAPT Minarak Lapindo belum selesaikan kewajiban

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top