MOBIL HIJAU mampu topang pasar otomotif

 
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 19 April 2012  |  19:51 WIB

 

NUSA DUA, Bali: Program mobil hijau (low cost and green car/LCGC) yang dalam waktu dekat segera digulirkan pemerintah diyakini dapat menopang pertumbuhan pasar mobil secara nasional mulai tahun depan.
 
Kalangan agen tunggal pemegang merek (ATPM) bahkan optimistis mobil hijau dapat menjadi salah satu tulang punggung dalam memperbesar volume penjualan dan pangsa pasar.
 
Selain itu, program ini dinilai dapat menjadi salah satu alternatif dalam meredam penurunan penjualan mobil ketika pemerintah membatasi konsumsi BBM bersubsidi untuk mobil berkapasitas di atas 1.300 cc. 
 
Hal ini disebabkan produk mobil hijau masuk pada segmen mesin di bawah 1.200 cc sehingga dijamin tak terimbas kebijakan pembatasan BBM bersubsidi. 
 
“Kami yakin mobil murah dan ramah lingkungan akan menjadi tulang punggung kedua setelah produk-produk low MPV Suzuki,” kata Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Endro Nugroho hari ini.
 
Berdasarkan catatan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), segmen mobil berkapasitas di bawah 1.300 cc di pasar domestik diisi oleh beberapa jenis mobil seperti mobil kompak (city car), mikrobus dan beberapa jenis low MPV. Namun, total volume penjualan pada tahun lalu hanya 41.284 unit.
 
Kementerian Perindustrian memprediksi, apabila proyek mobil hijau dijalankan, potensi pasar yang akan ditangkap para pebisnis otomotif bisa mencapai 300.000 – 600.000 unit per tahun. Artinya, akan ada lonjakan di atas 6–12 kali lipat secara bertahap. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top