INDUSTRI PERIKANAN: KEK di Morotai berbasis perikanan

 
Gajah Kusumo | 18 April 2012 18:50 WIB

 

 

 

JAKARTA: Pengembangan ekonomi khusus di pulau Morotai Maluku Utara akan didorong dengan basis perikanan budi daya dan industri pengolahan.

 

Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Subijakto mengungkapkan subsektor perikanan khususnya budi daya laut merupakan salah satu potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal di Morotai. Hingga kini, serunya, pengembangan budi daya baru tergarap 2% dari total potensi marikultur 6.639 hektare.

 

Meski begitu, Slamet menilai pemanfaatan lahan budi daya di sekitar Morotai perlu pemetaan yang matang terutama dalam menentukan zonasi lahan. Sebagian besar kawasan potensial budi daya terletak di teluk dan pulau-pulau kecil yang masih membutuhkan pengembangan infrastruktur.

 

“Pesisir dan laut pulau Morotai sangat layak untuk dikembangkan kegiatan budidaya laut antara lain rumput laut, kerapu, kakap, bawal, lobster, tiram mutiara, dan kerang hijau,” jelasnya kepada Bisnis  Rabu, 18 April 2012.

 

Konsep pengembangan budidaya rumput laut akan tersebar di seluruh kawasan kepulauan morotai. Teknologi budidaya rumput laut yang akan menggunakan metode long line maupun rakit apung karena cocok digunakan pada topografi perairan yang dipengaruhi pasang surut.

 

Selain itu,  pengembangan budidaya kerapu dan tiram mutiara akan dilakukan di beberapa pulau seperti di pulau Ngele-Ngele. Aktivitas budidaya dilakukan oleh salah satu investor yakni PT Morotai Marine Culture. Kegiatan buddaya kerapu dilakukan secara terintegrasi mulai dari pembenihan dan pembesaran  dan diekspor langsung ke Hongkong.

 

Menurut Slamet, hingga kini pengembangan budidaya laut di Morotai baru dalam tahap perencanaan. Dia menilai penguatan modal dari investor dapat menunjang fasilitas pembibitan untuk diserahkan kepada kelompok inti plasma.

 

“Investasi dibutuhkan setidaknya untuk menyiapkan bahan baku dan menjamin ketersedian  daya serap industri pengolahan,” ucapnya.(msb)

Sumber : Surya Mahendra Saputra

Tag :
Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top