GARA-GARA PAJAK, 23 negara tunda kesepakatan penanaman modal

JAKARTA: Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatat sebanyak 23 negara menunda kesepakatan Peningkatan dan Perlindungan Penanaman Modal dengan Indonesia karena tidak sepaham dengan aturan perpajakan.Deputi Kerja sama Internasional BKPM Achmad Kurniadi
Erlan Imran | 15 April 2012 18:01 WIB

JAKARTA: Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatat sebanyak 23 negara menunda kesepakatan Peningkatan dan Perlindungan Penanaman Modal dengan Indonesia karena tidak sepaham dengan aturan perpajakan.Deputi Kerja sama Internasional BKPM Achmad Kurniadi menuturkan sejumlah negara menginginkan aturan pajak tercantum dalam klausul kesepakatan P4M. Namun, pemerintah menganggap aturan pajak sudah ada dalam Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B) oleh Direktorat Jenderal Pajak.“Ketidaksepakatan soal aturan pajak yang membuat penandatanganan perjanjian tertunda,” kata Achmad di Jakarta, akhir pekan lalu.Dia menjelaskan perjanjian P4M merupakan payung hukum untuk mendukung dan melindungi perusahaan asing dalam berinvestasi. Kesepakatan berfungsi mempermudah dan meminimalisasi hambatan berinvestasi.“P4M ini semangatnya ingin menyampaikan kalau Indonesia tempat berinvestasi yang kondusif, kami berkomitmen memfasilitasi,” katanya.Dia menambahkan BKPM juga berperan memfasilitasi kerjasama antar kelompok pengusaha domestik dan kelompok pengusaha luar negeri.Wisnu Wijaya Soedibjo, Deputy Director for America and Europe Regions, Directorate of Bilateral and Multilateral Cooperation, mengatakan saat ini pihak BKPM tengah berupaya memformulasikan pasal hukum mengenai aturan perpajakan. Ini dilakukan untuk memfasilitasi keinginan negara potensi investasi tanpa melanggar aturan pajak dalam negeri.“Sementara ini kami memfasilitasi dengan memformulasikan pasal hukumnya, juga memberi contoh kasus,” ujar Wisnu kepada Bisnis.Saat ini, jelasnya, tercatat sebanyak 67 negara yang telah menyepakati perjanjian P4M dengan Indonesia sampai 2012. Sementara negara yang melakukan penundaan kesepakatan P4M sebagian besar berasal dari Eropa Timur dan sejumlah negara maju lain. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top