BARANG KONSTRUKSI: Preferensi harga pengadaan belum maksimal

JAKARTA: Asosiasi Pengadaan Barang dan Jasa Indonesia (Aspanji) menilai preferensi harga pengadaan barang dan jasa sebesar 15% di atas kontraktor asing yang akan dimasukan ke dalam Revisi Peraturan Presiden No. 54/2010 terbilang belum maksimal.Sekjen
News Editor | 11 April 2012 12:58 WIB

JAKARTA: Asosiasi Pengadaan Barang dan Jasa Indonesia (Aspanji) menilai preferensi harga pengadaan barang dan jasa sebesar 15% di atas kontraktor asing yang akan dimasukan ke dalam Revisi Peraturan Presiden No. 54/2010 terbilang belum maksimal.Sekjen Aspanji Effendi Sianipar mengatakan pemerintah seharusnya memberikan prefensi hingga 30% kepada kontraktor lokal sehingga dapat lebih bersaing dengan kontraktor pengadaan barang dan jasa dari luar negeri.Pasalnya, sambung Effendi, tingkat bonafid pengusaha nasional dibandingkan asing, terutama dari China masih lebih di bawah sehingga perlu adanya kesetaraan salah satunya dengan keberpihakan seperti memberikan preferensi hingga 30%.“Paling tidak sudah ada keberpihakan, tapi 15% itu masih belum maksimal. Perbedaan harganya belum bisa membuat (pengusaha lokal) lepas landas, setidaknya lebih jelas keberpihakannya hingga 30%,” ujarnya, dihubungi Bisnis, Rabu 11 April 2012.Effendi menuturkan, pemerintah harus terus memacu dan melindungi kontraktor tanah air di tengah ketatnya persaingan dengan asing pada era pasar bebas saat ini. Sebab, bila tidak dilakukan, ‘kue’ infrastruktur di Indonesia akan lebih dikuasai oleh pelaku usaha barang dan jasa dari luar negeri.Apalagi jumlah badan usaha asing yang mengajukan permohonan ijin dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. (ra)

 

BACA JUGA

Kesepakatan RUU Pemilu melalui voting

 

Sumber : Dewi Andriani

Tag :
Editor : Basilius Triharyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top