KAKAO: Volume produksi di Sulbar naik 28%

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 08 April 2012  |  15:40 WIB

 

JAKARTA: Produksi kakao di Sulawesi Barat tahun lalu meningkat 28%  berkas keberhasilan program gerakan nasional (Garnas) Pro Kakao yang dimulai 2009 berakhir pada 2011.
 
Tanawali, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan Sulawesi Barat,  mengatakan jika pada 2010 hanya menghasilkan 101.011 ton, tahun lalu volume produksi kakao Sulbar 129.117 ton atau naik 28% dibandingkan dengan produksi 2010. 
 
Sukses produksi itu tak lepas dari keberhasilan program Garnas [gerakan nasional pro] Pro Kakao," ujarnya seperti dikutip Antara.
 
Dua kabupaten di  Sulawesi Barat yang memberikan kontribusi besar bagi peningkatan produksi kakao, yakni Mamuju dengan capaian 54.797 ton per tahun dengan luas areal 68.236 hektare. Kedua, Kabupaten Polman dengan kontribusi 35.185 ton per tahun dari areal 49.275 hektare.
 
Di tempat lain, ekspor kakao asal Lampung pada Maret 2012 sebanyak 1.300 ton dengan nilai US$3,194 atau naik signifikan dari 691,90 ton senilai US$1,643 juta pada bulan sebelumnya. 
 
"Negara tujuan ekspor kakao Lampung itu Malaysia, Singapura, dan India," kata Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung Ardhy Wijaya kepada Antara.
 
Harga kakao fermentasi untuk penyerahan Juli turun 0,3% menjadi Rp20.440 per kilogram pada penutupan Kamis di Bursa Berjangka Jakarta. Sementara itu, kakao berjangka untuk pengiriman Mei naik 0,1% menjadi US$2.085 per ton di ICE Futures US, New York. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire / M Taufikul Basari

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top