HARGA GABAH: Bulog serap informasi dari penyuluh & kelompok tani

 
Yeni H. Simanjuntak | 04 April 2012 17:57 WIB

 

JAKARTA: Perum Bulog meminta Kementerian Pertanian menghimbau penyuluh pertanian dan gabungan kelompok tani (gapoktan) untuk bersinergi dengan petugas Bulog di lapangan guna memberikan informasi kondisi panen dan harga gabah di wilayah masing-masing untuk diserap ke gudang Bulog.
 
Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso menginginkan ada sinergi penyuluh pertanian yang mencapai 40.000 orang dan seluruh gabungan kelompok tani dengan Perum Bulog, sehingga penyerapan beras dan gabah petani lebih optimal.
 
“Saya menggunakan sistem dorong-tarik, para penyuluh pertanian, gapoktan untuk memberikan informasi kapan panen dan berapa harga di daerah itu, kemudian petugas Bulog ‘menjemput bola’ ke lapangan,” ujarnya kepada Bisnis  hari ini.
 
Dia mengakui jumlah pegawai Bulog hanya 5.000 orang di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah penyuluh pertanian mencapai 40.000 orang yang tersebar di seluruh desa. “Ini [penyuluh pertanian] akan menjadi kekuatan besar.”
 
Menurutnya, Bulog memiliki sekitar 1.500 gudang dan 130 Unit Pengolahan Gabah dan Beras. Jika pemerintah daerah mendorong unit-unit penggilingan padi untuk memasukkan beras ke gudang Bulog, maka target penyerapan 4 juta ton pada tahun ini mudah tercapai. “Kami akan memberikan insentif kepada petani, seperti karung gratis.”
 
Sutarto menturkan selama ini pihaknya telah melakukan kerja sama dengan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA), beberapa gapoktan di daerah untuk memasukkan beras ke gudang Bulog.
 
Menurutnya, Bulog sudah melakukan berbagai upaya untuk memaksimal pengadaan beras dari petani. Dia mencontohkan pihaknya sudah meminta perbankan untuk memberikan pelayanan di gudang-gudang Bulog pada hari libur. “Kami sudah menghimbau kepada seluruh petugas gudang, agar tidak ada lagi antrian truk di gudang, saat ada truk masuk, harus langsung segera dibongkar.”
 
Bulog, katanya, sudah mempersiapkan L/C sebesar Rp9 triliun untuk meyerap beras petani. Dia mengklaim kinerja pengadaan beras oleh Bulog semakin membaik.
 
Realisasi penyerapan beras oleh Bulog pada Januari-Maret 2010 sebanyak 505.000 ton, sedangkan pada Januari-Maret 2011 627.000 ton naik menjadi 738.000 ton pada periode yang sama tahun ini.
 
Dia menjelaskan impor beras sangat berkaitan dengan produksi di dalam negeri. “Impor beras bergantung pada pengadaan beras di dalam negeri, pengadaan bergantung kepada produksi.”
 
Sutarto memaparkan harga beras akan stabil jika pengadaan beras secara nasional di dalam negeri naik 15,6% selama tiga tahun terakhir atau peningkatan 5,2% per tahun.
 
Artinya, peningkatan produksi beras nasional sedikitnya 5,2% agar harga beras di dalam negeri stabil. Angka ramalan sementara dari Badan Pusat Statistik, produksi beras tahun ini hanya naik 1,5%. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top