ANGKUTAN UMUM: Organda harapkan insentif Rp4,7 triliun

 
Arif Gunawan Sulistyono
Arif Gunawan Sulistyono - Bisnis.com 02 April 2012  |  16:27 WIB

 

JAKARTA: Organisasi pengusaha angkutan darat (Organda) berharap pemerintah tetap memberikan insentif untuk angkutan umum sebesar Rp4,7 triliun agar terjadi kepastian berusaha, meski harga BBM bersubsidi batal naik.
 
“Kami berharap, insentif bagi angkutan umum yang ditetapkan sebesar Rp4,7 triliun itu tetap dan segera diberikan kepada pengusaha,” kata Sekjen Organda Andriyansah kepada Bisnis hari ini.
 
Dia menambahkan insentif bagi angkutan umum ini akan digunakan untuk revitalisasi dan peremajaan angkutan umum. Dengan demikian, pelayanan akan meningkat dan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat ketika harga bahan bakar minyak (BBM) naik. 
 
“Jika pada enam bulan kedepan harga BBM jadi naik, angkutan umum sudah siap untuk melayani masyarakat dengan pelayanan yang baik karena sudah melakukan revitalisasi. Dengan demikian, dampak kenaikan harga BBM juga tidak akan sebesar sebelum melakukan revitalisasi,” tutur Andriyansah.
 
Dia menjelaskan dengan adanya revitalisasi yang dananya diperoleh dari insentif pemerintah, pada saat harga BBM naik, tarif angkutan umum tidak akan naik hingga 35% seperti perkiraan sebelumnya, namun hanya naik maksimal 22%.
 
Adapun angkutan umum yang dimaksud yakni angkutan umum perkotaan (angkot) termasuk angkutan pedesaan, dan angkutan antar kota termasuk antar kota antar propinsi (AKAP) dan antar kota dalam propinsi (AKDP).
 
Menurut Andriyansah, tertundanya penaikan harga BBM ini akan memberi ruang bagi pengusaha angkutan umum untuk melakukan peremajaan serta bagi pemerintah dalam menyiapkan dana insentif.
 
“Nah, selama masa enam bulan ini, di mana kita belum tahu apakah harga BBM akan naik, kami butuh kepastian berusaha yakni dengan pemerintah tetap mengucurkan dana insentif angkutan umum,” tuturnya.
 
Andriyansah menambahkan dalam kurun waktu enam bulan ini, pihaknya sudah melakukan proyeksi usaha untuk kemungkinan harga BBM naik. “Jadi, meskipun pada akhirnya harga BBM tidak jadi naik, paling tidak satu masalah sudah hilang, kalau BBM jadi naik, kami sudah siap dengan proyeksi ini,” ucapnya.  (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top