LJ Hooker targetkan transaksi Rp3 triliun

 
Deriz Syarief
Deriz Syarief - Bisnis.com 08 Desember 2011  |  13:28 WIB

 

JAKARTA: LJ Hooker Indonesia, broker properti asal Australia, pada 2012 menargetkan dapat membukukan transaksi properti sebesar Rp3 triliun menyusul membaiknya kondisi makro ekonomi Indonesia.
 
O.K Mahendra, Direktur LJ Hooker Indonesia mengatakan pada tahun depan transaksi properti di Tanah Air diperkirakan mencapai Rp170 triliun. 
 
Untuk itu, sambungnya, LJ Hooker akan akan memanfaatkan dengan menambah kantor baru sebanyak 20 unit sehingga jumlahnya menjadi 50 unit.
 
"Hingga awal Desember tahun ini LJ Hooker Indonesia mencapai Rp1,6 triliun atau lebih besar 30% dari tahun sebelumnya. Tahun depan kami menargetkan dapat memperoleh transaksi properti sebesar Rp3 triliun sejalan dengan pengembangan kantor baru di beberapa kawasan di Jakarta dan luar kota," kata OK Mahendra seperti dikutip dalam surat elektronik yang diterima Bisnis hari ini.
 
Dia menjelaskan LJ Hooker akan memperkuat jaringan kantor di Jakarta dengan kantor ke dua di Kelapa Gading, Depok, Sentul dan ModernLand serta di luar Jabodetabek seperti Bandung dan Yogyakarta. Sementara itu, untuk kantor 3, LJ Hooker akan membangun di Bali.
 
Andika Wardhani Principal LJ Hooker mengatakan LJ Hooker pada awal Desember lalu membuka kantor di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Menurutnya kantor baru tersebut menggenapi kantor LJ Hooker menjadi 30 unit.
 
"Kawasan Lebak Bulus saat ini memiliki daya tarik tersendiri dalam pengembangan bisnis properti di tanah air termasuk bisnis properti secondary. Kawasan ini nempel dengan kawasan elit Pondok Indah, Pondok Labu dan juga Cinere," kata Andika.
 
Menurutnya kawasan tersebut memiliki daya tarik sebagai hunian yang potensial yang juga dilintasi oleh JORR W2 (Jakarta Outer Ring Road). Ruas Jl. TB. Simatupang yang, sambungnya juga telah berkembang menjadi kawasan central business district (CBD) baru di Jakarta. 
 
"Di bibir jalan JORR W2 ini banyak berdiri gedung perkantoran yang jumlahnya terus bertambah," imbuhnya. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top