Terwaralaba franchise Eropa mulai rasakan dampak

 
Martin-nonaktif
Martin-nonaktif - Bisnis.com 08 Desember 2011  |  09:56 WIB

 

JAKARTA: Penerima waralaba dari merek franchise asal Eropa yang ada di Indonesia saat ini mulai merasakan dampak dari krisis finansial yang terjadi di kawasan tersebut pada keberlangsungan usaha mereka di dalam negeri.
 
Partner International Franchise Business Management (IFBM) Burang Riyadi mengatakan saat ini bahkan ada merek waralaba di Eropa  yang sudah melakukan ekspansi ke Indonesia, telah menutup usahanya atau menjual bisnisnya ke pihak lain akibat krisis ekonomi. 
 
“Beberapa usaha [dari penerima waralaba] asal Eropa sudah terkena kasusnya, karena sudah ada satu atau dua perusahaaan franchisor [pemberi waralaba dari Eropa] yang kolaps [di negaranya],” kata Burang saat dihubungi melalui telepon genggamnya, hari ini,  Kamis, 8 Desember 2011.
 
Konsultan waralaba tersebut mengatakan dari kasus yang ada, untungnya pemberi waralaba (pewaralaba) asal Eropa yang tutup atau dijual tersebut masih mengizinkan penerima waralaba di Indonesia untuk tetap menggunakan mereknya sampai kontrak penggunaan sistem waralaba berakhir.
 
Hal lain yang perlu diantisipasi oleh terwaralaba jika merek franchise yang diboyongnya dari Eropa tutup atau mengalami penurunan kinerja di negaranya, ujarnya, adalah mencari substitusi pasokan sejumlah barang sehingga tidak tergantung dari pihak pemilik merek waralaba yang terkena dampak krisis.
 
Apalagi, ujarnya, jika bisnis waralaba asal Eropa tersebut di Indonesia tetap berjalan, mengingat pasar yang dibidik adalah  masyarakat di Indonesia, sebagai salah satu negara yang sampai saat ini pertumbuhan ekonominya masih positif. 
 
Kondisi krisis finansial yang sampai menekan mata uang euro sendiri, katanya, justru akan menguntungkan bagi terwaralaba yang harus membayar royalti dalam kurs mata uang tersebut selama masa kontrak penggunaan sistem waralaba.
 
“Tentunya operasional akan terganggu, dan agreement juga jadi terganggu [jika merek waralaba di negaranya sampai tutup],” kata Burang. 
 
Burang mengatakan saat ini memang tidak terlalu banyak waralaba asal Eropa telah beroperasi di Indonesia, di antaranya adalah di bidang pendidikan seperti pemberian sejumlah kursus serta makanan Eropa.
 
Sementara itu, tambahnya, asal negara merek waralaba dari kawasan Eropa yang telah diboyong pengusaha Indonesia sebagai penerima waralabanya (franchisee), di antaranya adalah dari Yunani, Jerman, dan Belanda.
 
Menurutnya, waralaba sendiri di kawasan Eropa cukup maju perkembangannya, terutama di Prancis.(ln)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top