Harga CPO tahun depan diprediksi naik 10%

NUSA DUA, Bali: Harga crude palm oil pada tahun depan diperkirakan masih akan merangkak naik di kisaran 10% dari harga tertinggi 2011 menyusul akan besarnya permintaan dari tiga pasar utama India, China dan Pakistan.Mantan Dirjen Perkebunan Kementerian
Adi Ginanjar Maulana
Adi Ginanjar Maulana - Bisnis.com 01 Desember 2011  |  17:27 WIB

NUSA DUA, Bali: Harga crude palm oil pada tahun depan diperkirakan masih akan merangkak naik di kisaran 10% dari harga tertinggi 2011 menyusul akan besarnya permintaan dari tiga pasar utama India, China dan Pakistan.Mantan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian mengatakan krisis Eropa tidak akan mempengaruhi permintaan dan harga CPO termasuk yang berasal dari Indonesia.“Pasar Eropa hanya 4 juta ton. Itu kecil dibandingkan dengan pasar China, India dan Pakistan. Cuma, pasar Eropa itu punya gengsi. Orang akan senang kalau pasarnya ke Eropa,” tuturnya di sela-sela Indonesian Palm Oil Conference and 2012 Price Outlook di Nusa Dua Bali, hari ini.Menurut dia, Indonesia harus lebih berkonsentrasi memenuhi pasar utama. “Kalau mereka tidak digarap serius, itu akan berpengaruh besar bagi Indonesia,” ujarnya.Jadi, katanya, Indonesia tidak perlu segan dengan aksi Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO) yang lebih concern dengan pasar Eropa.Asmar Arsjad, Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mengatakan Indonesia tidak perlu takut untuk tinggalkan pasar Eropa.Ada sejumlah negara yang berpotensi menggantikan Eropa a.l. di Eropa Timur seperti Rusia, negara di Benua Afrika, dan Spanyol.“Saya belum lama ini ke Eropa. Kepada para pihak yang kepentingan dengan CPO di sana saya bilang jangan ganggu CPO kami,” ujarnya.Menurutnya, kritikan atau kampanye hitam kepada sawit adalah persaingan dagang terutama dari produsen minyak sayur (vegetable oil) lainnya a.l. bunga matahari, kedelai, dab kanola. “Ini persaingan dagang,” ujarnya.(Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top