Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lowongan nih, dicari: 1.000 Pengering gabah hasil panen

 
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 27 November 2011  |  16:23 WIB

 

JAKARTA: Produksi padi pada panen raya yang diprediksikan mulai akhir Maret 2012 dapat mencapai 60% atau 44,48 juta to gabah kering giling (GKG) dari target tahun depan sebanyak 74,13 juta ton.
 
Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Udhoro Kasih Anggoro mengatakan musim tanam padi sudah mulai berjalan. Musim tanam padi pada Oktober 2011-Maret 2012 diharapkan dapat menghasilkan padi sebanyak 60% dari target tahun depan.
 
“Benih normal, pupuk normal, banyak pertanaman, sampai sekarang juga belum ada laporan kesulitan dan gangguan dari lapangan,” ujarnya pada akhir pekan lalu.
 
Dia menjelaskan produksi padi bisa mencapai 60% pada saat panen raya akhir Maret tahun depan, sedangkan sisanya 40% untuk musim tanam April-September 2012.
 
Kementan menargetkan produksi padi pada tahun depan 74,13 juta ton dengan rincian luas tanam 14,27 juta hektare, luas panen 13,56 juta ha, dan produktivitas 5,47 ton per ha.
 
Anggaran Kementan untuk peningkatan produksi pada pada tahun depan Rp2,27 triliun. Anggaran peningkatan produksi padi itu dibagi ke dalam beberapa program seperti Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT), benih Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU), perlindungan tanaman, alat pertanian pascapanen, dan dukungan manajemen.
 
Fokus kebijakan anggaran Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan pada tahun depan untuk padi, jagung, dan kedelai terutama dalam mencapai surplus 10 juta ton beras pada 2014.
 
Komoditas selain padi, jagung, dan kedelai hanya untuk kegiatan non fisik kecuali Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
 
Anggaran peningkatan produksi jagung pada 2012 Rp263,5 miliar, sedangkan peningkatan produksi kedelai Rp501,3 miliar.
 
Menteri Pertanian Suswono mengharapkan target produksi 68 juta ton gabah kering giling pada tahun ini dapat teracpai, kendati musim tanam Oktober 2011-Maret 2012 mundur.
 
Dia berharap dapat menggunakan dana kontigensi untuk pengadaan 1.000 mesin pengering  gabah selama musim hujan, sehingga hasil panen masa tanam Oktober-Maret dapat optimal.
 
Menurutnya, saat ini total produksi sekitar 65 juta ton GKG, tetapi masih ada panen di beberapa daerah seperti di Jawa Timur.
 
Menurutnya, kendala utama dalam pencapaian target itu, karena musim kemarau tahun ini lebih panjang dari perkirakan awal akan berjalan normal. Kendala lain, katanya, masa tanam Oktober-Maret mundur. “Perkiraan [musim hujan mulai] pertengahan Oktober, ternyata tidak.”
 
Upaya mengantisipasi kendala itu, katanya, Kementan akan mengawal tanaman padi yang sudah ada saat ini dan mengoptimalkan agar penanaman Oktober-Maret berjalan lancar.
 
Untuk mengoptimalkan hasil panenan Oktober-Maret, tambahnya, diperlukan sekitar 1.000 pengering gabah hasil panen. 
 
Berdasarkan hasil Rapat Kerja Kementan dengan Komisi IV DPR, anggaran sarana dan prasarana pertanian tahun depan turun menjadi Rp4,48 triliun dibandingkan dengan tahun lalu Rp5,20 triliun. Padahal, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian telah mengusulkan anggaran 2012 Rp6,20 triliun.
 
Akibat penurunan anggaran itu membuat penurunan volume pada beberapa kegiatan yang diusulkan.
 
Ditjen PSP fokus pada surplus beras 10 juta ton dengan meningkatkan intensitas pertanaman (IP), peningkatan produktivitas, dan perluasan areal. Kegiatan priorotas pada tahun depan adalah cetak sawah, optimalisasi lahan, pengembangan jaringan irigasi, system of rice intensification, bantuan pupuk langsung, Program Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP), dan bantuan alat pertanian seperti traktor roda empat, hand tractor, dan pompa air.
 
Target pengembangan jaringan irigasi tahun depan 490.000 ha dengan anggaran Rp490 milir, jalan pertanian sepanjang 100 km Rp10 miliar, bantuan 7.000 gabungan kelompok tani (PUAP) Rp700 miliar. (ln)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top