Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nestle perluas kemitraan dengan peternak

SURABAYA: PT Nestle Indonesia memperluas kemitraan dengan peternak sapi perah ke 11 kabupaten di Jawa Timur guna meningkatkan volume penyerapan bahan baku susu segar yang kini baru tercapai 660.000 liter per hari.Pengembangan areal kemitraan ke sejumlah
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 November 2011  |  18:50 WIB

SURABAYA: PT Nestle Indonesia memperluas kemitraan dengan peternak sapi perah ke 11 kabupaten di Jawa Timur guna meningkatkan volume penyerapan bahan baku susu segar yang kini baru tercapai 660.000 liter per hari.Pengembangan areal kemitraan ke sejumlah sentra peternakan sapi perah tersebut terkait peningkatan kapasitas produksi pabrik di Kejayan, Kab. Pasuruan, menjadi satu juta liter per hari dengan tambahan investasi Rp1 triliun sejak awal tahun ini.Head of Milk Procurement Dairy Development (MPDD) PT Nestle Indonesia Manu Scharer menyatakan pemenuhan bahan baku pabrik pemrosesan susu milik perusahaan tersebut di Kejayan, Jawa Timur, difokuskan terhadap penyerapan susu lokal.Selama ini, lanjut dia, kebutuhan bahan baku susu segar diserap dari sentra peternakan sapi perah di 10 kabupaten di Jatim melalui koperasi.Lokasinya terutama di Kab. Pasuruan dan sekitarnya seperti Kab. Malang, Kota Batu, Kab. Blitar, Kab. Probolinggo, Kab. Lumajang. Volumenya 660.000 liter per hari.Pasokan susu segar itu masih bisa didongkrak, karena di sejumlah kabupaten di Jatim berpotensi dikembangkan sentra peternakan sapi perah.Pasalnya, secara geografis dan lingkungannya cocok untuk pembudidayaan ternak tersebut yakni di Jatim bagian Timur dan bagian Barat.“Kami berkomitmen untuk mengembangkan industri persusuan di Jatim dalam jangka panjang melalui kemitraan dengan peternak sapi perah, guna memenuhi bahan baku pabrik di Kejayan yang tahun ini kami tingkatkan kapasitasnya menjadi satu juta liter per hari,” ujarnya dalam seminar Usaha Peternakan Pembibitan Sapi Potong dan Perah, hari ini.Seminar yang dilaksanakan di Surabaya itu melibatkan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Dinas Peternakan Jawa Timur, perbankan dan peternak sapi.Manu menambahkan untuk memenuhi bahan baku sesuai kapasitas pabrik di Kejayan masih membutuhkan susu impor.Namun, volume susu impor akan terus dikurangi melalui penumbuhan sentra peternakan baru sapi perah.Pengembangan kemitraan dengan peternak sapi perah dilakukan secara bertahap, dimana dalam tahap I ditujukan ke Kab. Banyuwangi, Probolinggo, Lumajang, Jember, Ponorogo, Trenggalek, Tuban.Selanjutnya akan diperluas lagi ke Kab. Magetan, Ngawi, Pacitan, Situbondo, Bondowoso.“Kami pekan depan akan ketemu dengan pihak Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, guna membahas pasokan susu segar dari daerah tersebut ke pabrik kami di Kejayan. Dukungan bank diperlukan berupa kucuran kredit kepemilikan sapi perah dengan bunga rendah,” papar Manu.Dia mengaku akan terus menambah investasi guna meningkatkan kapasitas produksi, setelah awal tahun ini menaikkan kapasitas menjadi satu juta liter per hari dengan dukungan dana investasi Rp1 triliun.Guna memenuhi kebutuhan bahan baku susu segar pihak Nestle melakukan kemitraan dengan peternak sapi perah.Perusahaan multinasional itu dalam menjalin kemitraan melakukan bimbingan teknis dan bantuan dana, dengan tujuan meningkatkan kualitas dan produktifitas susu lokal. (K22/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Adam A. Chevny

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top