Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Katlim siapkan MoU dengan Russian Railways

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 November 2011  |  14:25 WIB

 

BALIKPAPAN: Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur merencanakan untuk menandatangani nota kesepahaman (memorandum of undertanding / MoU) dengan Russian Railways guna merealisasikan pembangunan rel kereta api di wilayah tersebut.
 
Kepala Badan Pelayanan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim M. Yadi Sobiyan Noor mengatakan MoU rencanany akan dilakukan pada akhir November ini. 
 
"Rencananya akhir November ini ditandatangani oleh Gubernur dan Direktur Russian Railways," ujarnya kepada Bisnis hari ini.
 
Yadi mengatakan meskipun pihak Kalteng belum menyetujui rencana pembangunan jalur kereta api tersebut, berdasarkan informasi yang dia peroleh, pihak Russian Railways akan menandatangani persetujuan dengan Kaltim terlebih dahulu. Sementara dengan Kalteng, persetujuan pembangunan akan menyusul kemudian.
 
Pihak Russian Railways, tambah Yadi, optimis dapat merelisasikan pembangunan jalur kereta api di dua provinsi di Kalimantan tersebut. Alasannya karena investor asal Rusia tersebut memiliki lahan konsesi pertambangan di dua wilayah tersebut yang akan dikeruk dan hasilnya
akan diangkut melalui jalur kereta api tersebut.
 
Yadi memperkirakan nilai investasi pembangunan rel tersebut mencapai Rp21 triliun. Namun, Yadi belum mengetahui panjang rel yang akan dibangun di wilayah Kaltim. 
 
"Awalnya kemarin sekitar 289 kilometer termasuk dari Kalteng. Namun, kalau Kalteng belum masuk tentu ada perubahan," tuturnya.
 
Nantinya, tambah Yadi, jalur kereta api tersebut akan dibuat double track. Alasannya karena kandungan batubara dalam konsesi tersebut diperkirakan mampu berproduksi hingga 50 tahun mendatang. Namun, sebagai tahap awal investor tersebut akan membangun jalur tunggal.
 
Yadi mengatakan kandungan batu bara dalam lahan konsesi milik Rusian Ralways memang banyak yang berada di Kalteng dibandingkan dengan Kaltim. Namun, tidak menutup kemungkinan perbandingan jumlah kandungan tersebut akan berbanding terbalik setelah ada akuisisi lahan konsesi baru.
 
"Mereka [Russian Railways] juga sedang mencari lahan konsesi baru di Kaltim. Kalau memungkinkan akan ada penambahan, kemungkinan jumlah kandungannya lebih besar dibandingkan dengan yang di Kalteng."
 
Selain membangun rel kereta api, rencananya RussianRailways juga membangun pelabuhan angkut sendiri. Yadi mengatakan pembangunan tersebut akan berada di wilayah Balikpapan sebagai ujung dari rel kereta api yang direncanakan bermula dari wilayah Kutai Barat.(sut)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Rachmad Subiyanto

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top