Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Garap pengeboran, Niko Resources gandeng Diamond Offshore

JAKARTA: Niko Resources Ltd menggandeng Diamond Offshore Inc untuk proyek pengeboran eksplorasi laut dalam di wilayah kerja di Indonesia yang dikelola oleh perusahaan minyak dan gas bumi asal Kanada itu, dengan nilai proyek US$700 juta.Menurut siaran
Samantha Ardiansyah
Samantha Ardiansyah - Bisnis.com 09 November 2011  |  17:56 WIB

JAKARTA: Niko Resources Ltd menggandeng Diamond Offshore Inc untuk proyek pengeboran eksplorasi laut dalam di wilayah kerja di Indonesia yang dikelola oleh perusahaan minyak dan gas bumi asal Kanada itu, dengan nilai proyek US$700 juta.Menurut siaran resmi Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), Diamond Offshore akan melakukan pengeboran eksplorasi di laut dalam di wilayah kerja Niko Resources Ltd selama 4 tahun, dengan opsi tambahan kontrak selama 1 tahun.“Kontrak kerja sama itu [Niko Resources dan Diamond Offshore] sudah ditandatangani pada Selasa [8/11] malam,” ujarnya.Penandatanganan itu dilakukan oleh Indonesia Country Manager Niko Resources Ltd. Eko Lumadyo, Director Contracts and Marketing Asia Pacific William T. Hornaday, dan General Manager PT Aquaria Prima Arief Sjoekri, serta disaksikan oleh Kepala Divisi Eksplorasi BP Migas Anditya Maulana. T. Ibrahim.Dengan adanya kesepakatan kerja sama tersebut, diharapkan dapat mendorong peningkatan cadangan migas Indonesia di laut dalam, mengingat rig ocean monarch milik Diamond yang disewa oleh Niko Resources mampu beroperasi di kedalaman laut hingga 10.000 kaki dan melakukan pengeboran hingga kedalaman 35.000 kaki.Saat ini, Niko Resources termasuk perusahaan asing penguasa blok migas terbesar di Tanah Air. Perusahaan itu memiliki hak operator di 12 wilayah kerja migas di dalam negeri, yakni Blok Seram, South East Ganal I, West Sager, South Matindok, Kofiau, West Papua IV, North Makasar Strait I, Halmahera-Kofiau, East Bula, Cendrawasih Bay III, Cendrawasih Bay IV, Sunda Strait.Selain itu, juga ada satu wilayah kerja migas yang belum ditandatangani kontrak kerja samanya, yakni Blok Obi di lepas pantai Halmahera.BP Migas mendorong setiap kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk semakin agresif melakukan ekplorasi, termasuk mendorong peningkatan eksplorasi di laut dalam guna meningkatkan cadangan migas Indonesia.Dengan cadangan terbukti minyak Indonesia yang sekitar 4 miliar barel, diperkirakan akan habis dalam waktu 12 tahun mendatang dengan tingkat produksi sekitar 900.000 barel per hari dan tidak ditemukannya cadangan baru.Apalagi, penemuan cadangan minyak Indonesia relatif sedikit sejak 2003, kendati masih ada potensial cadangan minyak sekitar 50 miliar barel. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top