Swasembada daging diproyeksikan lebih cepat dari 2014

MALANG: Swasembada daging di Indonesia diproyeksikan lebih cepat dari target 2014 dengan berbagai program, a.l kecukupan pasokan semen beku melalui program inseminasi buatan sapi.Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Prabowo Respatiyo,
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 September 2011  |  18:42 WIB

MALANG: Swasembada daging di Indonesia diproyeksikan lebih cepat dari target 2014 dengan berbagai program, a.l kecukupan pasokan semen beku melalui program inseminasi buatan sapi.Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Prabowo Respatiyo, mengatakan pada 2014 ditargetkan populasi sapi mencapai 14,2 juta ekor.“Namun saat ini populasi sapi sudah mencapai 14,8 juta ekor. Dengan demikian sebenarnya kita sudah swasembada daging,” kata Prabowo Respatiyo di sela-sela Training Course of Artificial Insemination and Dairy Cattle in Developing Countries di Malang, hari ini.Namun untuk sampai pernyataan bahwa Indonesia telah swasembada daging, menurut dia, perlu ada penelitian dari Badan Pusat Statistik. Setelah perlu dilihat dari tren konsumsi dan produksi sapi.Karena itulah, nantinya perlu ada rembuk nasional dengan pihak-pihak yang terkait. “Nanti yang mengumumkan bahwa Indonesia telah swasembada Menteri Pertanian atau bahkan Presiden.”Kebutuhan daging secara nasional saat ini, kata dia, mencapai 1,7 kg per kapita per tahun. Idealnya mencapai 2 kg-2,4 kg per kapita per tahun sesuai dengan standar FAO.Yang dimaksud dengan swasembada daging, menurut dia, tidak berarti menutup keran daging impor sama sekali. Impor daging sapi tetap dibolehkan namun jumlahnya dibatasi.Nantinya, maksimal impor daging hanya mencapai 10% dari total kebutuhan konsumsi daging nasional. Impor daging tersebut terutama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi hotel dan restoran.Saat ini, kebutuhan impor sudah berkurang menjadi 25% dari 430.000 ton per tahun. Dengan demikian maka 75% kebutuhan konsumsi daging sapi telah dipenuihi daging sapi lokal.(api) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Choirul Anam

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top