Proyek rel ganda Jakarta-Surabaya dipercepat

 
Arif Gunawan Sulistyono
Arif Gunawan Sulistyono - Bisnis.com 27 September 2011  |  18:41 WIB

 

JAKARTA: Pemerintah mempercepat pengembangan infrastruktur rel ganda atau double track kereta api ruas utara dan selatan lintas Jakarta-Surabaya. Rel ganda tersebut di antaranya Cirebon-Berebes sepanjang 30 kilo meter yang ditarget selesai 2013, sedangkan Berebes-Pekalongan sepanjang 35 km sudah bisa dioperasikan tahun ini.
 
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemehub) Tundjung Inderawan mengatakan proyek itu akan diteruskan dari Pekalongan-Semarang-Bojonegoro-Surabaya sepanjang 324 km ditargetkan akhir 2013 selesai dan awal 2014 rel ganda itu sudah bisa dioperasikan. "Nantinya kereta dari Jakarta-menuju Surabaya bisa lebih cepat karena telah menggunakan rel gandann" kata dia di Jakarta, hari ini.
 
Untuk lintas selatan yang pembiayaannya bersumber dari pinjaman lunak Pemerintah Jepang, yakni dari Cirebon-Prupuk-Purwokerto-Kroya hingga Kutoarjo mulai dikerjakan tahun ini. Paket lintas selatan ini dikerjakan secara parsial kecuali untuk Prupuk-Purwokerto menggunakan APBN yang diperkirakan selesai tahun ini.
 
"Kalau Jakarta-Cirebon memang sudah siap, tinggal dilanjutkan saja hingga ke Surabaya. Demikian juga untuk ruas Kutuarjo-Solo-Yogyakarta sepanjang 100 km," kata dia.
 
Kementerian Perhubungan sendiri, kata Tunjung, sekarang ini sedang mencari anggaran untuk melanjutkan pembangunan double-double track  (DDT) atau rel empat jalur dari Solo-Madiun-Surabaya sepanjang 170 km. Proyek lanjutan itu diperkirakan memerllukan biaya sebesar Rp5,1 triliun dengan asumsi per kilo meter Rp30 miliar. Dengan selesainya ruas itu, maka seluruh jaringan kereta api di Jawa yaitu dari Jakarta (selatan dan utara) hingga ke Surabaya dilengkapi rel ganda.
 
"Target saya rel ganda ini rampung dari Jakarta hingga ke Surabaya. Infrastruktur ini sangat strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional dan pelayanan kepada masyarakat," kata dia.
 
Anggaran sekitar Rp5,1 triliun tersebut, kemungkinan bersumber dari pinjaman lunak jangka panjang. "Saya belum tahu tetapi ini sedang diupayakan," jelasnya.
 
Tundjung Inderawan juga mengatakan pihaknya telah menerima pengajuan dana pelayanan publik atau public service obligation (PSO) dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebesar Rp170 miliar-Rp180 miliar untuk kuartal I/2011. Tahun ini, Kemenhub mengalokasikan Rp639 miliar untuk dana PSO KA ekonomi PT KAI.
 
"Kontrak sudah diteken sebelum Lebaran, PT KAI juga sudah mengajukan dana PSO kuartal I/2011 Rp170 miliar-Rp180 miliar. Akan tetapi kami akan verifikasi dulu ke lapangan, tim kami sudah diterjunkan, mungkin baru awal tahun depan sudah bisa cair," ungkap dia.
 
Tundjung menjelaskan pencairan dana PSO tidak bisa sekaligus dan dipercepat. Pencairan harus bertahap setiap kuartal, sedangkan pencairannya tidak bisa pada awal tahun karena dana PSO yang masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang biasanya baru cair April-Mei.
 
"Tidak bisa sekaligus apalagi waktunya ditentukan awal tahun karena sesuai prosedur Kementerian Keuangan DIPA baru turun April-Mei 2011, di sisi lain peencairan melihat realisasi di lapangan," ujar dia. (ln)
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top