Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Komposisi TPT impor dan domestik berubah

JAKARTA: Arus impor tekstil dan produk tekstil (TPT) yang kian deras menyebabkan perubahan komposisi TPT impor dan domestik di pasar dalam negeri. Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengungkapkan saat ini komposisi TPT
Hilman Hidayat
Hilman Hidayat - Bisnis.com 22 September 2011  |  21:09 WIB

JAKARTA: Arus impor tekstil dan produk tekstil (TPT) yang kian deras menyebabkan perubahan komposisi TPT impor dan domestik di pasar dalam negeri. Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengungkapkan saat ini komposisi TPT domestik di pasar dalam negeri hanya sebesar 40% dari total pasar TPT di dalam negeri sebesar Rp90 triliun. Adapun TPT impor menguasai 60% dari total pasar domestik."Melihat pasar domestik yang terus berkembang, tergiurlah mereka [eksportir TPT] untuk masuk ke pasar kita sehingga porsi kita sekarang tinggal 40%," ujar Ade kepada Bisnis, hari ini.Menurut dia, perubahan komposisi pasar tersebut mulai terjadi sejak implementasi liberalisasi tarif dalam kerangka kerjasama perdagangan bebas Asean China (ACFTA).Sebelum FTA, katanya, lonjakan impor TPT di pasar domestik hanya sebesar 5%-10%. Namun sejak FTA diberlakukan, terjadi kenaikan impor TPT di atas 50%."Lonjakan sangat signifikan sehingga menyebabkan mereka menjadi penguasa pasar di pasar kita sendiri. Akibatnya produk kita tertekan oleh produk impor itu," jelasnya.Menurut Ade, pasar Indonesia kini diserang oleh eksportir TPT dari berbagai negara. Selain China, agresivitas Korea dinilai cukup membahayakan. Di luar kedua negara itu, impor TPT juga mengalir deras dari negara lainnya yakni Singapura, Thailand, Malaysia, dan Hong Kong. (tw) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top