GCF ke-5 hasilkan Pendanaan Baru & Komitmen Data bagi proyek REDD+

PALANGKARAYA: Pertemuan Tahunan Ke-5 Satuan Tugas Iklim dan Hutan Gubernur (Governors’ Climate and Forest Task Force) di Kalimantan Tengah memberikan harapan dengan diumumkannya pendanaan baru dan komitmen data bagi implementasi REDD+.Pertemuan
Tusrisep
Tusrisep - Bisnis.com 20 September 2011  |  09:25 WIB

PALANGKARAYA: Pertemuan Tahunan Ke-5 Satuan Tugas Iklim dan Hutan Gubernur (Governors’ Climate and Forest Task Force) di Kalimantan Tengah memberikan harapan dengan diumumkannya pendanaan baru dan komitmen data bagi implementasi REDD+.Pertemuan ke-5 Satuan Tugas Iklim dan Hutan Gubernur [Governors’ Climate and Forests Task Force (GCF)] itu akan mempromosikan kemajuan subnasional dalam pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan.Lebih dari 200 perwakilan diharapkan hadir dalam acara 3 hari ini, termasuk perwakilan dari 15 negara bagian dan propinsi GCF (yang mewakili 5 negara), para stakeholder dan pakar internasional.REDD+ mengacu pada Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan yang menyumbang lebih dari 20% emisi gas rumah kaca dunia.  Negara bagian-negara bagian GCF mewakili lebih dari 20% hutan tropis dunia (termasuk sekitar 75% hutan tropis di Brasil dan lebih dari setengah hutan tropis Indonesia) dan banyak negara bagian sedang mengembangkan kebijakan-kebijakan iklim yang progresif misalnya California.Provinsi Kalimantan Tengah telah memainkan peran kepemimpinan kunci dalam kebijakan REDD+ Indonesia seperti dapat dilihat dari pemilihan propinsi ini sebagai “Provinsi Uji Coba” oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2010.Penetapan ini menginiasi pendanaan dan kerja sama teknis antara pemerintah nasional dan pemerintah propinsi untuk mengembangkan program-program REDD+ baru. Sebuah MOU tentang kerja sama ini ditandatangani pada 16 September 2011 oleh Kepala Unit Kerja REDD+ Presiden  Kuntoro Mangkusubroto, dan Gubernur Teras Narang.“Sekali lagi, negara bagian dan propinsi anggota GCF memimpin dunia dalam pengembangan program-program REDD+ yang kuat dan berkelanjutan”, kata William Boyd, Penasehat Senior GCF.  Menurut William dana dan database Pengetahuan GCF yang baru menyoroti kepemimpinan ini dan akan membantu mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan bersama dan mendanai kegiatan-kegiatan yang ditujukan untuk mendorong implementasi REDD+ di tingkat yurisdiksi (negara bagian/provinsi).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top