Menkeu belum siapkan stimulus fiskal yang jelas

JAKARTA: Pemerintah belum memiliki kerangka kebijakan stimulus fiskal yang jelas guna mendampingi manajemen protokol krisis dalam menjaga ketahanan ekonomi Indonesia pada tahun depan.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 18 September 2011  |  16:28 WIB

JAKARTA: Pemerintah belum memiliki kerangka kebijakan stimulus fiskal yang jelas guna mendampingi manajemen protokol krisis dalam menjaga ketahanan ekonomi Indonesia pada tahun depan.

 
Menteri Keuangan Agus D. W. Martowardojo mengakui paket stimulus fiskal 2012, yang sempat dijanjikannya, baru sebatas wacana kebijakan yang belum detil bentuk dan mekanisme pemberiannya. Intinya, berbekal pengalaman mengatasi krisis ekonomi pada 2008, pemerintah telah siap merespon imbas negatif dari gejolak ekonomi global yang mungkin memengaruhi kinerja perekonomian nasional di masa mendatang.
 
“[Paket stimulus] sekarang belum [bisa dijelaskan]. Kami di Kementerian Keuangan terus mengkaji, menyiapkan satu paket stimulus yang tentu nanti akan dapat disampaikan kalau diperlukan,”  ujar dia di kantornya, pekan lalu.
 
Menurutnya, pemerintah akan mengusulkan paket kebijakan stimulus ekonomi kepada DPR untuk memperoleh persetujuan, sebagai reaksi dari perlambatan ekonomi dunia yang bisa berdampak terhadap perekonomian Indonesia. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan Kemenkeu, pengaruh dari perlambatan ekonomi dunia dapat memperlambat kinerja ekspor nasional karena volume perdagangan dan harga-harga komoditas terkoreksi.
 
“Atau adanya FDI [investasi langsung] atau investasi dari negara-negara maju, khususnya dari Eropa, yang mungkin berkurang ke Indonesia. Kalau itu terjadi kami siapkan stimulus. Dan itu lebih untuk memperkuat pasar domestik dan juga untuk mempercepat atau pengganti dari FDI yang mungkin akan keluar,” tuturnya.
 
Kendati bentuknya masih samar, Agus memastikan paket stimulus yang tengah dipersiapkan merupakan kebijakan baru, di luar manajemen protokol krisis yang dirancang bersama Bank Indonesia.
 
Sementara itu, menyangkut ruang fiskal yang disiapkan untuk itu, masih akan dibicarakan bersama dewan dalam perumusan postur anggaran negara untuk 2012. “Itu masih merupakan langkah kehati-hatian.”
 
Ketika ditanyakan kepada Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Bambang Permadi Sumantri Brodjonegoro hanya menjawab sekenanya. Intinya, akan ada stimulus fiskal yang mengimbangi kebijakan moneter dan upaya stabilisasi pasar surat utang negara.
 
“Ya nanti kita lihatlah. Kalau nanti diperlukan, kami [pemerintah dan DPR] bisa buat APBNP (2012) lebih cepat,” singkatnya.
 
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa justru merujuk pada 10 tindakan aksi yang diperintahkan presiden pada 2008, ketika ditanya konsep kebijakan stimulus yang akan dilakukan pemerintah pada 2012. Menurutnya, dengan posisi saldo anggaran lebih (SAL) yang sekitar Rp90 triliun pada saat ini, ada ruang fiskal yang cukup bagi pemerintah untuk mendukung kebijakan stimulus tahun depan.
 
“Kalau dulu [2009] kami punya Rp77 triliun, kami mengeluarkan stimulus. Sekarang ini stimulus itu [bisa] berupa fiskal langsung, bisa berupa non-fiskal. Nah ini kita belum langsung terkena itu [imbas krisis global]. Tapi kami kan punya dana cadangan untuk mengamankan stabilitas ekonomi, apabila terkena krisis itu,” paparnya. (ln)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top