Dahlan Iskan yakin ekonomi Indonesia capai puncak 2021

MALANG: Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (Dirut PLN), Dahlan Iskan, memprediksi pada 2021 mendatang capaian ekonomi Indonesia menuju puncaknya. Hal itu akan ditandai dengan tingkat pendapatan per kapita masyarakat Indonesia yang mencapai US$
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 September 2011  |  16:07 WIB

MALANG: Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (Dirut PLN), Dahlan Iskan, memprediksi pada 2021 mendatang capaian ekonomi Indonesia menuju puncaknya. Hal itu akan ditandai dengan tingkat pendapatan per kapita masyarakat Indonesia yang mencapai US$ 10.000.Menurut Dahlan Iskan, pendapatan per kapita rakyat Indonesia 10 tahun mendatang paling jelek adalah US$ 9.000. Kondisi tersebut sangat jauh meningkat dibandingkan pada 1991 yang hanya sebesar US$ 300.“Kalau melihat di TV, seolah-olah kondisi Indonesia ini hancur-hancuran dan menjadi negara gagal. Namun kenyataan di lapangan berbeda dengan itu,” kata Dahlan Iskan saat memberikan Kuliah Tamu di Wisuda ke 61 Periode III/2011 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (17/9).Kenyataan di lapangan yang dimaksud Dahlan adalah masyarakat Indonesia yang naik haji maupun umroh, dari tahun ke tahun luar biasa tingginya sampai melebihi kuota. Dari segi makro ekonomi, suku bunga kredit rendah, cadangan devisa mencapai US$ 120 miliar jauh melebihi di era orde baru yang hanya US$ 7 miliar, kurs rupiah yang kuat, hingga harga saham yang saat ini sedang bagus.“Politik kita memang kacau balau. Namun perkembangan ekonomi kita sangat luar biasa.”Bahkan, dari sisi skala ekonomi, Indonesia mengalahkan Belanda. Dimana Indonesia mencapai US$800 miliar, sedangkan Belanda hanya US$700 miliar.Ditambahkan, kondisi politik yang kacau, bukan menjadi persoalan serius. Karena meski kondisi politik kacau, namun secara ekonomi Indonesia tumbuh pesat.“Politik yang kacau dan ekonomi yang baik, menandakan kalau masyarakat kita maju. Dan ini pertanda kita sebagai negara modern karena antara politik dan ekonomi terpisah. Jepang mengalami ini dalam enam kali perdana menteri (PM) mereka.” Kendati dalam skala ekonomi mikro, jumlah kemiskinan masih tinggi, namun lanjut Dahlan, hal itu merupakan sesuatu yang wajar bagi negara yang ekonominya sedang maju seperti Indonesia. “Karena nantinya kemiskinan bisa dientas lewat kemajuan ekonomi,” tambah dia.Dicontohkan dia, 4 tahun lalu, ekonomi Tiongkok berhasil mengalahkan Jerman. Spontan hal itu sangat disambut masyarakat Tiongkok dengan gembira. Masyarakat Tiongkok lantas bergerak untuk maju. Alhasil, 2 tahun lalu, Tiongkok berhasil mengalahkan Jepang.“Masyarakat Tiongkok saat ini sangat antusias untuk lebih maju. Karena hal itu menjadi kebanggaan nasional yang luar biasa,” jelasnya. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Muhammad Sofi'i

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top