Pengusaha Jerman minati investasi pengolahan pangan

JAKARTA: Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi menyatakan pengusaha-pengusaha Jerman tertarik terhadap prospek investasi dan pengembangan industri pascapanen dan pengolahan pangan pertanian di Indonesia.Menurut Bayu minat investasi pengusaha dari
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 12 September 2011  |  14:18 WIB

JAKARTA: Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi menyatakan pengusaha-pengusaha Jerman tertarik terhadap prospek investasi dan pengembangan industri pascapanen dan pengolahan pangan pertanian di Indonesia.Menurut Bayu minat investasi pengusaha dari Jerman itu terungkap dari hasil kunjungan kerja dia ke Berlin pada 8-9 September 2011 dalam memenuhi undangan Pemerintah Jerman untuk memberi Key Note Speech tentang Prospek Pangan Pertanian Indonesia dan Asean pada Asia Pasific Week Berlin serta bersama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengikuti Indonesia Bussiness Day yang diselenggarakan Kedutaan Besar RI di Jerman.Teknologi pasca panen dan agroprocessing yg banyak menarik minat industri Jerman adalah pengeringan dan integrated agro-processing untuk biji2an (sereal), hortikultura dan rempah, serta daging segar, terutama ikan dan ayam. Lebih dari 90% pengeringan padi dan palawija di Indonesia masih mengandalkan sinar matahari. Kita membutuhkan antara 9000 - 12000 unit pengering tersebar diseluruh Indonesia.Jika unit-unit pengering tersebut bisa diadakan, maka kehilangan pasca panen dapat ditekan antara 2-3% yg setara dg lebih dari 2 juta ton beras, senilai kurang lebih Rp 12 trilyun. Prospek ini merupakan daya tarik besar unt investasi.Menurut dia, peningkatan permintaan konsumen untuk produk yang lebih baik juga membuka prospek investasi dan bisnis pengemasan yang besar.Dia menambahkan kemasan vakum untuk beras dan biji-bijian lain seperti biji kopi yang semakin dibutuhkan."Nilai tambah yang dapat ditimbulkan dari kegiatan ini [kemasan vakum] untuk beras premium saja diperkirakan dapat mencapai Rp3 triliun," ujarnya melalui surat elektronik yang diterima Bisnis, hari ini.Dia menjelaskan beberapa pelaku industri di Jerman memandang posisi sentral Indonesia di Asia Tenggara (Asean) yang berpenduduk 600 juta dan kekuatan ekonomi sekitar US$1,5 triliun serta kaitan Asean dengan China dan India juga membuat mereka lebih tertarik lagi terhadap prospek ekonomi regional Asia Tenggara, khususnya Indonesia untuk teknologi yang terkait dengan produk konsumen (consumers product).(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top