Volume ekspor timah batangan turun

JAKARTA: Volume ekspor timah batangan pada Agustus terus mengalami penurunan dalam dua bulan terakhir.Harga timah yang cenderung melemah diperkirakan menyebabkan eksportir menahan ekspornya sehingga menyebabkan volume komoditas tersebut terus menurun.Berdasarkan
Hilman Hidayat
Hilman Hidayat - Bisnis.com 12 September 2011  |  14:03 WIB

JAKARTA: Volume ekspor timah batangan pada Agustus terus mengalami penurunan dalam dua bulan terakhir.Harga timah yang cenderung melemah diperkirakan menyebabkan eksportir menahan ekspornya sehingga menyebabkan volume komoditas tersebut terus menurun.Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, volume ekspor timah pada Agustus menurun 8,12% menjadi 8.559,61 ton. Pada bulan sebelumnya, realisasi volume ekspor timah sebesar 9.316,2 ton.“Penurunan volume ini mungkin karena harga timah di pasar internasional turun,” ujar Kasubdit Ekspor Produk Pertambangan dan Industri Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Toto Rusbianto, hari ini.Penurunan volume ekspor tersebut juga berdampak pada kinerja nilai ekspor timah batangan. Data menunjukkan, nilai ekspor timah batangan pada Agustus hanya sebesar US$197,7 juta.Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, nilai ekspor timah tersebut mengalami penurunan 11,4%. Pada Juli, nilai ekspor sempat mencapai US$223,2 juta.   Toto menjelaskan ekspor timah selama Agustus ditujukan kepada 13 negara tujuan. Singapura menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan total volume ekspor ke negara itu sebesar US$7.065,8 ton atau sekitar US$162,6 juta.Jika dilihat perkembangan ekspor per negara pada Agustus, sejumlah negara mencatat kenaikan ekspor namun negara lainnya mengalami penurunan. Peningkatan volume ekspor tertinggi terjadi ke negara Jepang.Volume ekspor ke Jepang pada Juli hanya sekitar 101 ton, sementara pada Agustus meningkat signifikan menjadi sekitar 278 ton. Adapun penurunan volume ekspor tertinggi terjadi pada Taiwan. Pada Agustus, volume ekspor ke negara itu hanya sekitar 74 ton sementara pada Juli sempat mencapai 203 ton.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top