Masuk Thailand, produk kaca Indonesia dikenai BMTP 30%

JAKARTA: Mulai tahun ini, produk kaca Indonesia berupa bata kaca (glass paving block) yang masuk ke Thailand terkena Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) di atas 30% selama tiga tahun.
Hilman Hidayat
Hilman Hidayat - Bisnis.com 12 September 2011  |  13:06 WIB

JAKARTA: Mulai tahun ini, produk kaca Indonesia berupa bata kaca (glass paving block) yang masuk ke Thailand terkena Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) di atas 30% selama tiga tahun.

 

Produk kaca dengan nomor HS 7016 itu dikenakan BMTP akibat masuknya produk ekspor tersebut terbukti merugikan industri sejenis di pasar domestik Thailand.

 

Direktur Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan Ernawati mengungkapkan otoritas Thailand yakni Departemen Perdagangan Luar Negeri Thailand telah mengumumkan hasil penyelidikan safeguard terhadap produk glass paving block pada 18 Agustus lalu.

 

“Hasilnya produk Indonesia yang masuk ke sana dikenakan BMTP selama tiga tahun berturut-turut,” ujar Ernawati, hari ini.

 

Dia menjelaskan besaran pengenaan BMTP atas glass block tersebut terbagi atas tiga periode yakni Tahun I (18 Agustus 2011 - 14 Januari 2012), Tahun II (15 Januari 2012 - 14 Januari 2013), dan Tahun III (15 Januari 2013 - 14 Januari 2014).

 

Pada tahun I, BMTP yang harus dibayarkan oleh eksportir Indonesia sebesar 35% CIF atau sekitar 11,23 baht per piece. Tahun II, besaran bea masuk yang harus dibayarkan turun menjadi 32% atau sekitar 10,23 baht per piece sementara pada tahun III sebesar 29% atau 9,23 baht per piece.

 

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, volume ekspor glass block ke Thailand pada 2008 sebesar 1.473 ton sementara pada 2009 sebesar 1.464 ton. Pada 2010, volume ekspor melonjak menjadi 6.449 ton.

 

Pangsa impor Indonesia untuk produk glass block di Thailand pada 2008 sebesar 12,38% atau dibawah China yang menguasai pasar 76,69%. Pada 2009, pangsa impor Indonesia meningkat menjadi 13,14% namun masih di bawah China.(api)

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top