Peringati Hari Tanpa Tembakau, Media diimbau setop iklan rokok

JAKARTA: Komisi Penyiaran Indonesia mengimbau kepada semua lembaga penyiaran elektronik untuk tidak menyiarkan iklan rokok pada 31 Mei, sebagai wujud dari dukungan memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia.
Ria Indhryani
Ria Indhryani - Bisnis.com 30 Mei 2011  |  10:28 WIB

JAKARTA: Komisi Penyiaran Indonesia mengimbau kepada semua lembaga penyiaran elektronik untuk tidak menyiarkan iklan rokok pada 31 Mei, sebagai wujud dari dukungan memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia.

Imbauan tersebut tercantum dalam Surat Edaran yang ditandatangani oleh Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Nina Mutmainah tertanggal 27 Mei 2011.Dalam surat tersebut diungkapkan imbauan KPI itu merupakan tindak lanjut dari surat permintaan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) No.132/Komnaspa/V/2011 tertanggal 19 Mei 2011.Selain itu, sebagai tindak lanjut juga dari surat Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Bali No.27/LPA/K/V/2011 tertanggal 25 Mei 2011 dan surat permintaan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dengan No.71.PH/YLKI/2011, serta dari Pusaka Indonesia No.053.A/B/PI/05/2011."Surat itu hanya berupa himbauan kepada lembaga penyiaran sesuai dengan ketentuan di KPI hanya dapat melakukan himbauan bukan pelarangan iklan," ujar Nina Mutmainah, hari ini.Dia menjelaskan sesuai ketentuan KPI, iklan rokok di media elektronik hanya dapat dilakukan pada waktu antara pukul 21.30 - 05.00 waktu setempat. Jadi, yang dibutuhkan sekarang adalah kesadaran dari lembaga penyiaran untuk tidak menayangkan iklan rokok dalam satu hari, yakni hanya pada 31 Mei."Imbauan ini semoga disadari oleh lembaga penyiaran, apalagi mereka selama ini menggunakan spektrum publik untuk menyiarkan berbagai macam acara, termasuk iklan rokok," tuturnya.Nina menambahkan surat himbauan dari KPI itu juga mendapat dukungan dari berbagai lembaga masyarakat lainnya yang bermaksud untuk melindungi masyarakat, termasuk anak-anak dari pengaruh iklan rokok.Dia menilai iklan rokok mempengaruhi keinginan anak-anak untuk mencoba produk tersebut, apalagi selama ini nilai iklan rokok tinggi dibandingkan sejumlah produk kebutuhan lainnya. (mfm)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top