BPS Jatim: Bencana rawan picu inflasi

SURABAYA: Faktor bencana dan perubahan iklim akan tetap menjadi pemicu peningkatan laju inflasi di Jawa Timur pada 2011 mengingat pengaruhnya sangat besar pada peningkatan indeks harga produk pertanian.Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Timur Irlan Indrocahyo
News Editor | 29 Desember 2010 15:22 WIB

SURABAYA: Faktor bencana dan perubahan iklim akan tetap menjadi pemicu peningkatan laju inflasi di Jawa Timur pada 2011 mengingat pengaruhnya sangat besar pada peningkatan indeks harga produk pertanian.Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Timur Irlan Indrocahyo mengatakan berdasarkan pengamatan data laju inflasi Jawa Timur sepanjang 2010, secara rata-rata laju inflasi di Jawa Timur pada 2011 akan berada di sekitar angka 5%."Bencana, perubahan iklim, regulasi pemerintah yang menekan pasar seperti pengurangan subsidi BBM merupakan faktor-faktor yang bisa mendorong laju inflasi," katanya kepada pers di Surabaya hari ini.Irlan menambahkan pertumbuhan ekonomi Jatim juga akan mampu menembus level 7% pada 2011 mengingat prestasi Jawa Timur yang selalau mampu mengunggguli pertumbuhan nasional belakangan ini."Nilai ekspor Jatim pada Oktober 2010 sudah mencapai US$1,29 milyar atau naik 32,12% dari bulan sebelumnya sementara Impor Jatim hingga Oktober 2010 80%-nya merupakan bahan baku, jadi ini menunjukkan perkembangan industri yang pesat makanya pertumbuhan berpotensi makin tinggi pada 2011 mendatang," ujarnya.Menurutnya hanya ada dua hal yang bisa mengganggu prospek pertumbuhan ekonomi Jatim yaitu regulasi pemerintah yang menganggu stabilitas ekonomi dan distorsi pasar yang sulit diprediksi kemunculannya. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top