Beras genjot inflasi

JAKARTA: Kenaikan harga-harga komoditas terutama beras diperkirakan masih menjadi penyumbang utama inflasi pada Desember 2010 yang diperkirakan masih di kisaran 0,6%.Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan tingkat permintaan pada
News Editor | 29 Desember 2010 06:33 WIB

JAKARTA: Kenaikan harga-harga komoditas terutama beras diperkirakan masih menjadi penyumbang utama inflasi pada Desember 2010 yang diperkirakan masih di kisaran 0,6%.Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan tingkat permintaan pada bulan terakhir tahun ini masih cukup tinggi. Tren kenaikan harga beberapa komoditas masih sulit dikendalikan karena dipicu naiknya harga-harga di pasar internasional.Naiknya beberapa harga komoditas sepertinya sulit dikendalikan karena pengaruh international price. Walaupun rupiah terapresiasi tetapi harga-harga internasional kan memang tinggi saat ini termasuk beras. Itu berdampak juga pada beberapa komoditas, kata Rusman ketika ditemui usai penandatanganan MoU akses data dengan Badan Pemeriksa Keuangan, hari ini.Dia mengatakan harga beras sepanjang Desember ini naik 6%, sementara cabai merah dan cabai rawit naik hampir 100%. Harga minyak goreng pada bulan ini juga mengalami kenaikan. Namun beberapa komoditas lain harganya turun seperti daging sapi, ayam ras, bawang merah dan gula pasir.Beberapa komoditas harganya menurun tapi tidak akan mengalahkan inflasi yang terjadi karena beras, cabai dan minyak goreng, katanya.Rusman mengakui bahwa beras masih menjadi faktor dominan yang menyebabkan inflasi pada Desember. Sifat beras yang inelastis menyebabkan berapa pun harga beras di pasar, orang akan tetap beli beras.Bahkan untuk kalangan menengah atas, beras itu ada selera-selera tertentu yang tidak tergantikan. Sama seperti rokok. Kalau dia sudah biasa mengisap satu merk, kalau dia ditawarkan merk lain belum tentu dia mau. Beras pun begitu, terutama beras-beras premium, katanya.Sedangkan untuk komoditas lain, dampak dari kenaikan harganya tidak seperti beras. Misalnya akibat kenaikan harga cabai merah, orang lebih memilih untuk mengurangi volume konsumsinya.Kita bukan hanya survei harga tapi juga meneliti perilaku konsumen. Karena harga cabai naik, konsumen akan mengurangi volumenya. Tapi itu tidak berlaku untuk beras, berapa pun harga beras pasti akan dibeli, katanya.Atas dasar itu, laju inflasi bulan Desember tidak akan jauh berbeda di kisaran 0,6% seperti inflasi pada November. Adapun inflasi pada tahun ini diperkirakan menembus 6,5%. Dari keseluruhan itu kita harus lihat fakta bahwa inflasi pastinya akan tembus 6% di 2010, mudah-mudahan angka inflasi kita di sekitar 6,5%. Tapi bisa di atas itu, bisa di bawah itu, BPS juga kadang-kadang bisa salah karena minggu ini kita masih kumpulkan data terakhir untuk Desember, katanya.Seperti diketahui, BPS mencatat inflasi bulanan November sebesar 0,60%, naik cukup tinggi dari inflasi bulanan Oktober sebesar 0,06%. Inflasi pada November masih disumbang oleh kenaikan harga bahan pokok, terutama harga beras. Dari 0,60% inflasi, beras menyumbang inflasi 0,12% dengan kenaikan harga 2% dibandingkan dengan Oktober.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top