Bisnis paket wisata diprediksi naik 10%

News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 Desember 2010  |  11:52 WIB

BANDUNG: Pengusaha jasa perjalanan wisata di Bandung memrediksikan minat masyarakat berlibur ke luar negeri pada akhir tahun ini naik 5%--10% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu karena nilai tukar rupiah yang cenderung stabil.

Hilwan Saleh, penasihat Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Jawa Barat, menuturkan stabilnya nilai tukar rupiah menyebabkan sejumlah paket perjalanan wisata ke luar negeri diburu wisatawan.

Kemudahan akses transportasi dari Bandung ke beberapa negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia, juga memengaruhi masyarakat untuk berkunjung ke negara tersebut.

Dua negara tersebut paling diburu karena adanya penerbangan langsung dari Bandung, ujarnya, kemarin.

Sebaliknya, kata dia, adanya kemudahan aksesibilitas itu juga mendorong masuknya wisatawan asing ke Bandung, termasuk dari China dan Bangkok, Thailand.

Yachya Machmoed, Direktur Utama Tama Putera Wisata Tour & Travel, mengatakan stabilnya nilai rupiah menjadi faktor utama paket wisata ke luar negeri banyak diburu wisatawan domestik.

Menurut dia, paket wisata yang paling banyak dipesan di perusahaan tersebut adalah paket wisata ke Malaysia, Singapura, dan Bangkok, Thailand dengan rata-rata lama kunjungan 4 hari 3 malam.Minat wisatawan domestik berlibur ke luar negeri masih bagus. Kami menduga ada penaikan pesanan paket wisata sekitar 10%, katanya.

Yachya mengatakan tingginya minat berwisata ke luar negeri juga karena beberapa negara tujuan, seperti Thailand, menawarkan paket wisata murah.

Negara Gajah Putih itu, kata dia, sedang berupaya membangun citra dunia pariwisatanya kembali setelah terjadi konflik politik beberapa waktu lalu.

Karena masih dalam tahap pemulihan, Thailand menawarkan paket yang murah, misalnya liburan ke Bangkok 4 hari 3 malam hanya Rp1,9 juta atau sekitar US$200. Pada tahun lalu, tarif untuk paket yang sama sekitar US$300, tuturnya.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top