Penyerapan investasi pemerintah hambatan utama sektor riil

JAKARTA: Pemerintah harus memaksimalkan penyerapan anggaran investasi pada tahun depan untuk menstimulasi pertumbuhan dunia usaha termasuk usaha mikro kecil dan menengah.
Muhamad Yamin
Muhamad Yamin - Bisnis.com 26 Desember 2010  |  06:44 WIB

JAKARTA: Pemerintah harus memaksimalkan penyerapan anggaran investasi pada tahun depan untuk menstimulasi pertumbuhan dunia usaha termasuk usaha mikro kecil dan menengah.

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa mengatakan persoalan yang menghambat ekspansi sektor riil paling dominan dipengaruhi tingkat penyerapan investasi pemerintah di semua sektor usaha yang pada tahun ini tidak terjadi.Menurut dia, dana investasi yang seharusnya direalisasikan selama 2010 lebih banyak mengendap di bank sentral sehingga stimulus yang diharapkan sektor usaha hampir tidak dirasakan karena tingkat penyerapannya yang sangat rendah tersebut.

Diharapkan belanja investasi pemerintah pada 2011 bisa semakin maksimal, tidak seperti tahun ini banyak dana investasi yang seharusnya direalisasikan agar menjadi stimulus bagi dunia usaha ternyata tidak terjadi. Hal itu terlihat dari besarnya sisa APBN yang semuanya dari sumber investasi, katanya kepada Bisnis, belum lama ini

Hipmi mencatat jumlah sisa APBN tahun anggaran 2010 diperkirakan mencapai Rp35 triliun yang semuanya merupakan rencana belanja investasi yang tidak terserap,dan bukan dari hasil efisiensi belanja rutin .

Erwin menyampaikan untuk negara berkembang seperti Indonesia pertumbuhan dunia usaha masih dominan dipengaruhi tingkat investasi pemerintah dalam memberikan stimulus perekonomian baik dalam bentuk infrastruktur, sarana listrik dan segala sarana dan prasarana yang memudahkan dunia bisnis.

Apabila tingkat belanja investasi pemerintah sangat rendah, lanjutnya, dengan sendiri menghambat ekspansi dunia usaha yang seharusnya bisa tumbuh lebih besar dibandingkan saat ini, terutama dalam mempercepat tumbuhnya sektor usaha mikro kecil dan menengah.

"Kami mendesak pemerintah agar belanja investasi pada 2011 bisa terserap optimal dan realisasinya dipercepat agar pertumbuhan dunia usaha khususnya UMKM yang mayoritas pengusaha muda dan usaha pemula diharapkan bisa tumbuh semakin baik, tegas dia.Erwin menambahkan untuk meningkatkan pertumbuhan UMKM itu diperlukan kebijakan pemerintah yang berpihak kepada pelaku UMKM salah satunya dengan membuat kebijakan tender dalam proyek pemerintahan dan BUMN harus melibatkan pelaku usaha kecil .Hal itu, katanya, untuk memacu UMKM meningkatkan kapasitasnya dalam menjalankan bisnis dengan adanya pendampingan langsung oleh kalangan korporasi menengah besar yang diwajibkan menyertakan UMKM binaan dalam mengikuti kegiatan tender proyek pemerintah.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top