Inkowapi ajak kaum wanita berkoperasi

JAKARTA: Induk Koperasi Pengusaha Wanita Indonesia (Inkowapi) mengajak seluruh kaum hawa mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah sebagai upaya meningkatkan taraf hidup dan sosial ekonomi.
Muhammad Sarwani | 23 Desember 2010 12:06 WIB

JAKARTA: Induk Koperasi Pengusaha Wanita Indonesia (Inkowapi) mengajak seluruh kaum hawa mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah sebagai upaya meningkatkan taraf hidup dan sosial ekonomi.

Ketua Umum Inkowapi, Sharmila YZ, mengatakan pengembangan UMKM melalui koperasi harus terus dilaksanakan dan ditingkatkan, karena lingkup dan usaha yang digerakkan koperasi hingga saat ini masih terbatas.

Menurut dia, kehidupan gerakan koperasi selama ini, terkesan masih terbatas dan bergantung pada kegiatan yang terkait dengan program pemerintah. Akibatnya, perkembangan usaha yang dilakukan Koperasi dan UMKM jauh berbeda dengan usaha skala besar.

Padahal, koperasi sebagai identitas bisnis yang bermuatan sosial, harus mempunyai doktrin atau ideology. Sebab, koperasi adalah jantung dari kekuatan perekonomi nasional, ujarnya, hari ini.

Dengan demikian, bisa meningkatkan potensi industri kecil yang terhimpun dalam koperasi serta menjadi lebih tangguh ketika berhubungan atau menjadi partner serasi dengan industri besar yang telah berpengalaman.

Jumlah anggota Inkowapi sampai saat ini mencapai 15.000 orang yang seluruhnya adalah wanita. Adapun kegiatan atau usaha yang mereka jalankan mulai dari industri skala rumahan hingga kecil dan menengah.

Jumlah koperasi primer sebagai anggota Inkowapi di seluruh Indonesia, tercatat 67 unit sedangkan secara kelembagaan, kelompok ini telah berdiri di 100 daerah, masing-masing di provinsi, kabupaten/kota.

Langkah-langkah yang ditempuh Inkowapi untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM pelaku koperasi, khususnya wanita dan seluruh koperasi secara umum, melakukan reformasi manajemen pengelolaan.

Menurut dia, langkah penting reformasi atau revitaliasi koperasi adalah mengembalikan gerakan ini kepada watak dan ideology sejatinya, yakni berwatak sosial dan mengutamakan kepentingan kesejahteraan anggotanya.

"Karena itu, pembangunan koperasi berkualitas demean pemahaman sesungguhnya, harus dilalkukan semua pihak terkait. Termasuk kami sebagai salah satu gerakan koperasi berbasis kaum wanita, kata Sharmila. (ra)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top