Pinjaman luar negeri swasta meningkat

News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 Desember 2010  |  07:35 WIB

JAKARTA: Pinjaman luar negeri swasta dari kredit induk dan afiliasi menunjukan tren peningkatan cukup signifikan jika dibandingkan dengan sebelum era krisis 2008. Peningkatan itu menandakan kepercayaan asing pada kondisi dalam negeri.

Berdasarkan data Bank Indonesia, jika pada 2007, posisi pinjaman luar negeri (PLN) dari perusahaan induk & afiliasi hanya sebesar 27,2%, pada Oktober 2010 telah menjadi 36,5% dari total posisi PLN swasta.

Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A. Johansyah mengatakan peningkatan tersebut mengindikasikan bahwa ditengah ketidak seimbangan pemulihan ekonomi global, perusahaan induk masih menaruh kepercayaan kepada anak perusahaan di Indonesia untuk memanfaatkan tingginya permintaan domestik.

"Peningkatan pangsa PLN yang berasal dari perusahaan induk dan afiliasi dapat memperkecil magnitude tekanan pembayaran," ujarnya dalam keterangan tertulis, hari ini.

Menurut dia, PLN dari perusahaan induk dan afiliasi relatif lebih fleksibel dan dapata di roll over jika dana masih diperlukan untuk pengembangan usaha. Selain itu, lanjutnya, tidak tertutup kemungkinan

pembayaran pinjaman tersebut akan dijadwal ulang (rescheduling) apabila pihak debitor mengalami kesulitan likuiditas.

Dia mengungkapkan peranan kreditor induk dan afiliasi terutama terjadi pada PLN swasta nonbank, tercermin dari pangsa yang relatif lebih besar jika dibandingkan di sektor perbankan.

Pada oktober 2010, pangsa kreditor induk dan afiliasi nonbank terlihat semakin besar (33,2%) jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan bahwa risiko tekanan pembayaran disektor swasta non bank semakin menurun.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top