Bandara Adisucipto layanan refund PPN wisman

JAKARTA: Awal tahun depan, wisatawan mancanegara yang datang ke Yogyakarta dapat melakukan refund atas pajak pertambahan nilai (PPN) barang yang telah dibelinya (VAT Refund for Tourist) melalui Bandara Internasional Adisucipto.
Ria Indhryani
Ria Indhryani - Bisnis.com 21 Desember 2010  |  13:34 WIB

JAKARTA: Awal tahun depan, wisatawan mancanegara yang datang ke Yogyakarta dapat melakukan refund atas pajak pertambahan nilai (PPN) barang yang telah dibelinya (VAT Refund for Tourist) melalui Bandara Internasional Adisucipto.

Permintaan kembali PPN barang bawaan orang pribadi pemegang paspor luar negeri diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan No. 427/KMK.03/2010, dan berlaku efektif mulai 1 Januari 2011, kata M. Iqbal Alamsjah, Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Kementrian Keuangan, hari ini.Dengan masuknya Bandara Adisucipto sebagai tempat pelayanan VAT Refund maka saat ini ada tiga bandara internasional yang melayani hal itu yaitu Bandara Soekarno Hatta, dan Bandara Ngurah Rai, Denpasar.Menurut Iqbal , saat ini baru 40 toko yang berpartisipasi dalam skema VAT Refun for Tourist di Jakarta, Bali dan Yogyakarta. "Ke depan kami harapkan lebih banyak lagi toko yang berpartisipasi."Untuk Yogyakarta ada 10 toko yang berpartisipasi dalam skema ini dan tercantum dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor 386/PJ/2010 yang berlaku efektif mulai awal tahun depan.Kesepuluh toko tersebut di antaranya Mirota Batik, Dagadu Yogya, HS Silver, Ansor Silver, Batik Keris cabang Malioboro, Batik Keris Ambarukmo, Batik Danarhadi, Margaria Batik, Centro Department Store dan Dowa."Penambahan Bandara dan toko retail yang masuk dalam skema VAT Refund for Tourism, merupakan upaya Ditjen Pajak dalam memberikan pelayanan yang baik kepada para wisatawan asing dan program ini akan terus berkembang di bandara internasional lainnya di Indonesia.Langkah pemerintah untuk meningkatkan pelayanan pada wisatawan terutama di bandara-bandara internasional di sambut baik oleh Wuryastuti Sunario, Ketua Care Tourism yang juga mantan direktur Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI).VAT Refund for tourism sudah dilakukan negara-negara tetangga kita seperti Thailand, Singapura sejak tahun 1990an. Meski terlambat namun hal ini sudah menjadi langkah maju bagi pemerintah Indonesia yang menyadari bahwa sektor pariwisata amat penting sebagai motor penggerak perekonomian nasional, tandas Wuryastuti.Menurut dia hal yang penting adalah proses pengembaliannya dapat dilakukan dengan cepat dan tidak menyulitkan wisman yang inginmendapatkan VAT Refund karena jika petugasnya sendiri tidak siap malah menjadi bumerang bagi pariwisata RI seperti yang terjadi pada pelayanan Visa on Arrival( VoA).Pihaknya tidak yakin pelayanan baru ini bisa langsung mendongkrak kenaikan kunjungan wisman karena Indonesia belumidentik dengan tujuan wisata belanja.Manfaatnya VAT Refund biasanya kalau ada spesifik barang yang diincar oleh wisman. Misalnya ada barang bermerk Italia yang cabangnya untuk Asia hanya di Indonesia dan harganya lebih murah, jelasnya.Wisman yang datang ke Bali mungkin akan terpicu membeli produk eksklusif seperti patung dan barang seni di gallery. Namun untuk pembelian barang souvenir biasa maka VAT Refund tidak menjadi daya tarik utama.Jadi yang harus diperhatikan adalah proses VAT Refund nya sendiri jangan membuat wisman jadi enggan belanja, tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top