Menkeu: Pemerintah akan beli 7% saham Newmont

JAKARTA: Menkeu Agus Martowardojo mengatakan pemerintah akan membeli sendiri 7% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NTT) karena adanya kemampuan keuangan untuk melakukan pembelian tersebut.Keputusan soal mekanisme pembelian itu antara melalui PIP atau lembaga
| 20 Desember 2010 10:04 WIB

JAKARTA: Menkeu Agus Martowardojo mengatakan pemerintah akan membeli sendiri 7% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NTT) karena adanya kemampuan keuangan untuk melakukan pembelian tersebut.Keputusan soal mekanisme pembelian itu antara melalui PIP atau lembaga lain akan dilakukan sebelum eksekusi pembelian yang akan dilakukan dalam dua bulan mendatang.

"Jadi pemerintah menyatakan minat itu karena kemampuan keuangannya ada. Bahwa itu akan dilakukan melalui sendiri atau melalui BUMN itu belum dibicarakan. Tapi juga tidak berarti harus lewat BUMN," katanya di Istana Presiden, hari ini.

Menurut dia, keputusan pemerintah untuk melakukan sendiri pembelian itu karena perusahaan tambang emas itu merupakan industriekstraktif yang potensi marginnya sangat bagus.

Newmont, menurut Menkeu, mempunyai lima kawasan untuk diolah dan masih dalam taraf awal pengolahannya. Jadi potensinya semakin lama semakin baik dan kita tahu bahwa salah satu kekuatan dari Indonesia adalah di tambang," katanya lagi.

Saat ini, lanjutnya, tambang tersebut merupakan komoditas dengan nilai yang dihargai tinggi oleh dunia bisnis sehingga akan sangat baik pemerintah yang mengambil 7% saham wajib divestasi NTT tersebut.

Di sisi lain, ungkapnya, Indonesia masuk melalui saham 7% itu akan membantu kontrol pemerintaha terhadap perusahaan itu agar bisa dipastikan semua tata kelolanya baik dan semua standar pengelolaan sesuai dengan UU dan peraturan yang berlaku.

Hal serupa, tuturnya, juga semestinya berlaku untuk perusahaan lain yang dianggap penting bagi negara dari segi penerimaan dan penghasilan dari operasinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top