Balitfo diminta dalami masalah TKI & SJSN

JAKARTA: Menakertrans Muhaimin meminta Badan Penelitian Pengembangan dan Informasi (Balitfo) meneliti secara mendalam dan mempertimbangkan studi empiris dalam masalah tenaga kerja Indonesia dan sistem jaminan sosial nasional (SJSN).
Ria Indhryani | 20 Desember 2010 09:14 WIB

JAKARTA: Menakertrans Muhaimin meminta Badan Penelitian Pengembangan dan Informasi (Balitfo) meneliti secara mendalam dan mempertimbangkan studi empiris dalam masalah tenaga kerja Indonesia dan sistem jaminan sosial nasional (SJSN).

Menurut dia, penelitian yang dilakukan Balitfo dengan menggunakan metode yang terjamin keakuratan dan kesahihannya agar dapat bermanfaat bagi semua pihak, termasuk TKI dan masyarakat.Penelitian tentang masalah-masalah TKI dan SJSN [sistem jaminan sosial nasional] itu sangat diperlukan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang keadilan, ujarnya seusai membuka workshop Hasil Penelitian Bidang Ketenagakerjaan 2010, hari ini.Muhaimin menyatakan Balitfo dapat menghasilkan konsep keadilan yang holistik bagi perumusan dan penyelenggaraan kebijakan ketenagakerjaan, khususnya penempatan TKI ke luar negeri dan SJSN yang menganut prinsip keadilan untuk semua.Seperti diketahui bersama, penempatan TKI ke luar negeri mendapat sorotan tajam dari masyarakat dan manfaat yang kita peroleh seakan sirna begitu saja karena peristiwa kemanusiaan yang dipandang melanggar prinsip keadilan, tuturnya.Bahkan, ada sejumlah tekanan-tekanan yang dapat berimplikasi kepada resistensi terhadap kebijakan penempatan TKI ke luar negeri. Muhaimin juga berharap Balitfo dapat melanjutkan penelitian mengenai SJSN untuk mengetahui sikap yang paling tepat dalam pelaksanaan sisem tersebut. (mfm)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top