Aetra optimistis menjual 30% produksi

JAKARTA: PT Aetra Tangerang optimistis mampu menjual 30% produksinya pada pembukaan awal perusahaan air minum swasta ini pada Juli 2011 menyusul tingginya minat masyarakat dan kalangan industri di wilayah ini.
Rachman | 19 Desember 2010 10:37 WIB

JAKARTA: PT Aetra Tangerang optimistis mampu menjual 30% produksinya pada pembukaan awal perusahaan air minum swasta ini pada Juli 2011 menyusul tingginya minat masyarakat dan kalangan industri di wilayah ini.

Direktur Utama PT Aetra Tangerang Abdulbar M Mansoer mengatakan dari 376 industri yang ada di Tangerang dan Tangerang Selatan, sebanyak 35%nya telah menyatakan minat dan akan melakukan kontrak kerjasama untuk membeli air minum dari perusahaan penanaman modal asing yang dimiliki oleh Acuatico Pte Ltd dan Capitalinc Tbk ini.

Dia menambahkan mimat masyarakat setempat juga tinggi karena air minum yang diproduksinya siap minum tanpa harus dimasak terlebih dahulu dengan standar internasional World Healt Organization/ WHO.

Selain dari kalangan industri dan masyarakat sekitar, perusahaan pengembang properti yang tengah membangun perumahan di wilayah itu menyatakan minat menjadi konsumen kami, jadi kami optimistis pada pembukaan awal bisa menjual lebih dari 30% produksi air minum, katanya, hari ini.

Abdulbar menuturkan tingginya minat masyarakat tersebut diketahui pada saat melakukan sosialisasi perusahaan beberapa waktu lalu yang dilakukan pada Desember ini. Dia menuturkan pembangunan konstruksi pembangunan pengelolaan air minum itu kini telah mencapai 40% dan diperkirakan selesai pada pertengahan 2011.

Peminatnya sudah banyak, hal ini karena tingginya kebutuhan air minum di wilayah ini yang sebagian besar belum mendapatkan pelayanan sambungan air minum dari perusahaan daerah air minum, ujarnya.

Tingginya minat masyarakat dan kalangan industri ini juga karena pihaknya menarapkan menggunakan tarif kepada masyarakat masih sangat terjangkau, yaitu hanya Rp1,42 rupiah untuk satu liter air minum atau setara dengan Rp4.400 meter/kubik, sedangkan untuk kalangan industri diterapkan tarif sebesar Rp13.000 meter/kubik.

Selain itu, adanya kebijakan pembatasan penggunaan dan pengambilan air tanah yang diterapkan oleh pemda setempat, menurut dia, ikut mendorong terealisasinya pembangunan infrastruktur pengelolaan air minum ini.

Pemerintah daerah akan membatasi program penggunaan air tanah dan juga pajak yang tinggi, sehingga industri dikawasan Tangerang ini siap beralih untuk mendapatkan air minum dari Aetra, katanya.

Dia menuturkan rencananya Aetra akan mensuplai air minum di lima kecamatan Yaitu, Pasar Kemis, Jayanti, Cikupa, Sepatan dan Balaraja, sebanyak 85.000 sambungan rumah (SR) atau 350 .000 jiwa di lima kecamatan. Aetra menargetkan pada 2013 seluruhnya sudah bisa tercapai sambungan rumah tersebut.

Untuk tahap pertama pada Juli 2011, kami menargetkan 25.000 SR, sedangkan sisanya kita lakukan bertahap sampai Juli 2013, ujarnya.

PT Aetra Tangerang mendapatkan konsesi selama 25 tahun sejak memenangkan tender pada 2007 lalu, oleh Kementrian Pekerjaan Umum. Aetra ini memanfaatkan sumber air baku dari Sungai Cisadane dan Ciujung dengan kapasitas 900 liter/detik.

PT Aetra Tangerang ini penanaman modal asing yang dimiliki oleh Acuatico Pte Ltd dan Capitalinc Tbk, prusahaan investasinya berbasis di Singapura dengan anak perusahaan PT Aetra Air Jakarta dan PT Aetra Air Tangerang. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top