Pedagang pasar Tanah Abang 'lawan' produk impor

JAKARTA: Lembaga Konsultasi Bisnis dan Keuangan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jakarta (LKBK Hipmi Jaya) mendapat kepercayaan dari sejumlah pedagang pasar Tanah Abang Jakarta untuk membantu mengatasi maraknya produk tekstil impor.Ketua Umum LKBK
Sekretariat Redaksi | 18 Desember 2010 08:17 WIB

JAKARTA: Lembaga Konsultasi Bisnis dan Keuangan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jakarta (LKBK Hipmi Jaya) mendapat kepercayaan dari sejumlah pedagang pasar Tanah Abang Jakarta untuk membantu mengatasi maraknya produk tekstil impor.Ketua Umum LKBK Hipmi Jaya Eman A. Setiawan mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Daerah Jakarta Pusat sudah memulai memetakan segala persoalan dan keunggulan yang ada di pasar tekstil dan produk tekstil terkemuka di Asia tersebut."Tidak sedikit jumlah pedagang Pasar Tanah Abang yang merasakan produknya sekarang mulai terdesak oleh membanjirnya produk impor asal China, terutama semenjak diberlakukannya kesepakatan China Asean Free Trade Agreement (CAFTA) awal tahun ini," katanya hari ini.Dia mengatakan untuk meningkatkan daya saing produk dalam negeri yang dipasarkan para pedagang pasar Tanah Abang adalah dengan menjaga dan meningkatkan kualitas produk dengan tetap mempertahankan harga yang kompetetif.Selanjutnya, pedagang memiliki akses permodalan yang relatif mudah dan murah, meningkatkan kemampuan dalam mengelola keuangan dan tempat usaha, strategi pemasaran untuk penjualan dalam partai besar maupun eceran, serta distribusi barangnya."Selain meningkatkan daya saing produk dan pelayanan tersebut kelancaran distribusi barang harus mendapat perhatian. Sebab, kondisi kemacetan lalu lintas yang semakin parah di kawasan pasar Tanah Abang sekarang ini cukup serius menghambat kelancaran arus barang dari dan ke pasar itu," ujarnya.Eman yang menjadi salah satu calon Ketua Umum Hipmi Jaya mengatakan dukungan Pemprov DKI Jakarta dalam menjamin kelancaran arus lalu lintas dan ketersediaan angkutan umum masal di kawasan Pasar Tanah Abang menjadi keniscayaan.Kelancaran lalu lintas dan ketersediaan angkutan umum tersebut diyakani dapat mempermudah para pelanggan datang ke Pasar Tanah Abang maupun mereka yang melakukan transaksi jarak jauh antar kota di Tanah Air, yang membutuhkan kelancaran arus distribusi barang. "Kelancaran arus lalu lintas dan distribusi barang di kawasan Tanah Abang, sangat penting untuk memudahkan pelanggan yang akan datang dan pengirima barang kepada pemesannya, sehingga omzet pedagang tetap terjaga dan terus meningkat," ujarnya.Menurut Eman dukungan permodalan usaha dari Hipmi Jaya untuk membantu para pedagang mengembangkan bisnisnya dalam mengikuti program kemitraan Hipmi Jaya dengan Bank ICB Bumiputra yang siap mengucurkan pinjaman hingga Rp2 miliar.Program tersebut telah dimulai dengan pengucuran dana pinjaman modal bagi 4 pengusaha itu dilaksanakan pada tahap akhir dari proses penyusunan naskah memorandum of understanding antara Hipmi Jaya dan Bank ICB Bumiputra yang akan diteken pada akhir 2010," ujarnya.Selain dana bergulir dari Bank ICB Bumiputra tesebut, pihak LKBK Hipmi Jaya dan Koperasi Hipmi Jaya juga tengah memproses sumber permodalan usaha lain hingga Rp100 miliar dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementrian Koperasi dan UKM.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top