Pertamina teken HoA dengan Total dan Petronas

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) hari ini (17 Desember 2010) menandatangani Head of Agreement (HoA) dengan Total E&P Activities Petrolieres dan Petronas terkait pengembangan proyek Blok East Natuna.
Tiara Syahra Syabani
Tiara Syahra Syabani - Bisnis.com 17 Desember 2010  |  11:45 WIB

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) hari ini (17 Desember 2010) menandatangani Head of Agreement (HoA) dengan Total E&P Activities Petrolieres dan Petronas terkait pengembangan proyek Blok East Natuna.

Dengan adanya penandatanganan ini, berarti Pertamina sudah menjalin HoA dengan tiga pihak terkait proyek tersebut. Sebelumnya, BUMN migas ini sudah meneken HoA dengan ExxonMobil Corporation.Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan menjelaskan setelah HoA ini, Pertamina dan ketiga mitra tersebut akan membicarakan lebih detail terkait rencana proyek pengembangan East Natuna seperti pembagian komposisinya.Setelah ini [HoA], kami akan B to B dulu. Nanti ada paralel masalah term dengan pemerintah dan juga JoA [joint of agreement] dengan konsorsium, ujar Karen setelah penandatanganan HoA yang disaksikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh, hari ini.Terkait kabar, Pertamina mengajukan persyaratan ke pihak Total untuk untuk menyerahkan 15% participating interest di Blok Mahakam jika ingin menjadi mitra BUMN migas tersebut dalam pengelolaan Blok East Natuna, Karen berkomentar, Semuanya ada [pertukaran aset] Total dan Exxon dan Malaysia, semua ada. Namun b to b nya belum. Karena itu masih angka yang bisa kita negosiasi kembali.Lebih lanjut, Karen menyatakan kepotimistisannya proyek Blok East Natuna bisa berjalan kendati biaya yang dibutuhkannya sangat besar. Dia pun mengatakan kalau PSC-nya secepatnya ditandatangani tahun depan, maka on stream pertama adalah 10 tahun dari tanda tangan tersebut. Itu sudah paling lama.Presiden Direktur dan GM Total E&P Indonesie Elisabeth Proust mengatakan pihaknya sangat tertarik untuk mengembangkan proyek Blok East Natuna. Dia pun mengklaim pihaknya sangat pantas menjadi mitra Pertamina di blok dengan kandungan gas terbesar tersebut lantaran memiliki kemampuan yang mumpuni untuk pengelolaan CO2.Ini adalah proyek besar untuk Indonesia dan industri lokal. Kami akan mendukung penuh pengembangan Natuna. Kami juga berencana akan mengembangkan LNG untuk eksplorasi, di Natuna ujar Elisabeth.Elisabeth pun enggan menyebutkan berapa persentase yang diinginkan pihaknya serta ditawarkan Pertamina terkait proyek Blok East Natuna tersebut. Pertamina yang akan memutuskan. Berapa kepemilikan mitranya.Advisor D-Alpha Gas Field and West Kalimantan LNG Project Development Petronas Non Saputri mengatakan pihaknya masih enggan membicarakan besaran persentase yang diinginkan pihaknya di East Natuna.Yang kelas Pertamina harus majority dan operator. Kami tidak bisa minta. Tapi kalau Petronas siap 40% atau 30%. Tapi untuk 40% tidak mungkin karena konsorsium kan, ujar Non Saputri.Non Saputri menambahkan pihaknya tidak akan menggunakan hasil produksi gas dari East Natuna untuk kebutuhan domestic Malaysia. Alasannya, karena kebutuhan domestic gas di Negeri Jiran sudah sangat tercukupi dari lapangan-lapangan gas Petronas yang berada di Malaysia dan 23 negara lain.Adapun, pemerintah secara resmi menunjuk Pertamina sebagai pengelola Blok Natuna D Alpha atau kini bernama East Natuna melalui Surat Menteri ESDM No 3588/11/MEM/2008 tertanggal 2 Juni 2008 tentang Status Gas Natuna D Alpha.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top