Oldtown White Coffee ekspansi ke RI

JAKARTA: Kedai Kopitiam asal Malaysia, Oldtown White Coffee, mulai penetrasi ke Indonesia dengan target delapan hingga 12 gerai per tahun. Rencana expansi kami tahun 2011 kami akan membuka minimal 6 gerai di Jabotabek. Target kami di tahun-tahun kedepan
News Editor | 17 Desember 2010 10:40 WIB

JAKARTA: Kedai Kopitiam asal Malaysia, Oldtown White Coffee, mulai penetrasi ke Indonesia dengan target delapan hingga 12 gerai per tahun. Rencana expansi kami tahun 2011 kami akan membuka minimal 6 gerai di Jabotabek. Target kami di tahun-tahun kedepan akan membuka minimal 8-12 gerai setiap tahunnya dengan fokus di 3 tahun pertama di pulau Jawa dan bali, tutur Alamsjah, President Director PT Oldtown Indonesia (OTI), perusahaan pemegang master license OWC di Indonesia, saat dihubungi Bisnis hari ini.

Alamsjah mengakui pihaknya yakin dapat membuka hampir 200 outlets di seluruh kota besar di Indonesia sebelum 2015, atau kurang dari lima tahun sejak pembukaan gerai pertamanya.

Alamsjah optimistis dengan peluang pasar di Indonesia karena menurutnya konsumen Indonesia memiliki karakter yg sama dengan konsumen Malaysia dalam hal selera, juga ditunjang oleh jumlah penduduk yang besar dan tingginya anak muda yang pernah tinggal di luar negeri. Dengan brand oldtown yang sudah mendunia, maka potensi pasar Indonesia akan menjadi lebih besar, katanya.

Menurut Alamsjah, OWC memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh kompetitor sehingga target ekspansi sangat mungkin dicapai. Antara lain keunggulannya adalah white coffee, teh tarik, serta menu makanan yang bisa di nikmati untukbreakfast, lunchdan jugadinner.

Selain persoalan harga yang kompetitif, Alamsjah mengklaim OWC memiliki menu yang lebih variatif, dengan produk kopitiam yang authentic dan berkualitas, termasuk tempat yang nyaman dan brand yang sudah terkenal di Asia. Tentu tidak ada alasan bagi kami untuk pesimis. Belum lagi itu target market kami yang sangat luas, mulai dari anak-anak sampai manula bisa hang out di OldTown tegasnya.

Sementara itu Lee Siew Heng, Managing Director OWC Malaysia mengatakan Indonesia adalah pasar optimis bagi ekspansi OWC sehingga pihaknya memilih Indonesia sebagai pasar internasional kedua setelah Singapura.

Kami percaya pasar Indonesia akan menerima produk OWC karena Malaysia dan Indonesia memiliki banyak kesamaan dalam budaya dan tradisi bahkan makanan dan minuman, tambah Lee.

OTI sendiri didirikan secara patungan antara perusahaan oldtown F&B, Kopitiam Asia Pacific SDN BHD dengan partner lokal. Namun demikian pihak OTI enggan menyebutkan nama partner lokat tersebut.

Kalau itu mohon maaf belum kita sebutkan sekarang, akan diumumkan saat press conference grand opening, ujar M. Zulkifli, Public Relations Executive OTI. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top