Volume ekspor karet 2011 akan naik 8%

JAKARTA: Kendati masih terkendala anomali cuaca hingga April, volume ekspor karet Indonesia pada 2011 diperkirakan tetap akan mengalami kenaikan hingga 8% dibandingkan dengan perkiraan realisasi tahun ini sebesar 2,4 juta ton.
Adi Ginanjar Maulana | 16 Desember 2010 08:39 WIB

JAKARTA: Kendati masih terkendala anomali cuaca hingga April, volume ekspor karet Indonesia pada 2011 diperkirakan tetap akan mengalami kenaikan hingga 8% dibandingkan dengan perkiraan realisasi tahun ini sebesar 2,4 juta ton.

Selain kenaikan dari segi volume, nilai ekspor karet juga diprediksi mengalami kenaikan signifikan sekitar 25% dibandingkan dengan perkiraan realisasi nilai ekspor pada tahun ini sebesar US$8 miliar.

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Asril Sutan Amir mengatakan tingginya permintaan terhadap karet dunia memacu volume ekspor komoditas tersebut. Di sisi lain, suplai yang tidak seimbang dengan besarnya permintaan dari negara konsumen karet menyebabkan harga komoditas tersebut cenderung mengalami kenaikan di pasar internasional.

Menurut Asril, sejumlah negara konsumen karet terbesar masih akan mencatat permintaan tinggi terhadap komoditas karet dalam volume yang cukup besar seiring dengan pertumbuhan ekonomi di negaranya masing-masing. Sementara itu, harga karet dunia pada 2011 akan melanjutkan penguatannya dan diperkirakan akan berada pada kisaran US$3,5-US$4,5 per kilo.

Baik faktor harga dan permintaan sama-sama berpengaruh sehingga volume dan nilai mengalami kenaikan. Volume akan naik di kisaran 7-8%, sementara harga akan berada di kisaran US$3,5-US$4,5 per kilo. Jika harga karet berada pada rata-rata US$4 per kilo, kemungkinan nilai pada tahun depan akan mencapai US$10 miliar, ujar Asril di sela-sela pemaparan review dan outlook komoditas karet Indonesia, hari ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top