Proyek air bersih Umbulan ditender April

JAKARTA: Pemerintah berharap pembangunan konstruksi proyek air bersih Umbulan di Jatim bisa direalisasikan pada pertengahan 2011 menyusul penetapan jadwal pelaksanaan lelang proyek itu pada April mendatang.
Rachman | 14 Desember 2010 11:51 WIB

JAKARTA: Pemerintah berharap pembangunan konstruksi proyek air bersih Umbulan di Jatim bisa direalisasikan pada pertengahan 2011 menyusul penetapan jadwal pelaksanaan lelang proyek itu pada April mendatang.

Penetapan jawdal dari pemerintah pusat tersebut lebih cepat dari rencana Pemprov Jatim yang menyatakan proses lelang diawali pada Oktober 2010, kemudian proyek tersebut resmi dilelang pada Mei 2011, dan pengumuman lelang pada Oktober 2011.

Kepala Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPP SPAM) Kementerian PU Rachmat Karnadi mengatakan proyek senilai Rp1,8 triliun itu menjadi proyek yang menjadi prioritas Kementrian PU untuk segera dituntaskan.

Dia mengatakan dengan pelaksanaan lelang yang dilakukan pada April 2011, pembangunan konstruksinya bisa dilakukan pada pertengahan tahun untuk mempercepat proyek tersebut, menyusul kebutuhan air di Jawa timur yang mendesak direalisasikan.

Jadwal dari kami lelang dilakukan pada April 2011, kemudian pertengahan tahun bisa dilakukan pembangunan konstruksinya, proyek ini menjadi prioritas pemerintah untuk segera direalisasikan, karena kebutuhan air minum yang mendesak, katanya kepada Bisnis, hari ini.

Rachmat menuturkan semua prosedur teknis terkait pelaksanaan tender proyek sudah siap, termasuk penetapan tariff dan mekanisme pembagian air di setiap kabupaten/kota, saat ini masih menunggu persyaratan administrasinya.

Semua persiapan sudah beres, tinggal finalisasi draft ministrasinya saja, soal tariff akan ditawarkan sebesar Rp1700 m/kubik, katanya.

Proyek ini merupakan proyek yang dikerjasamakan antara pemerintah dengan swasta (KPS) dengan masa konsesi selama 25 tahun. Proyek ini akan melintasi Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya dan kabupaten Gresik.

Bahkan, kata Rachmat Karnadi, sejumlah Negara sudah banyak berminat terhadap proyek air minum Umbulan ini, diantaranya Jepang, Korea, Tiongkok, Eropa dan juga Australia. Semantara investor lokal juga ada beberapa lah dan mereka jujga siap namun karena investasinya besar investor lokal harus membentuk konsorsium, jelasnya.

Kapasitas produksi Umbulan mencapai 4.000 liter per detik. Air besih Umbulan itu akan dimanfaatkan lima daerah, yakni Kota Surabaya yang mendapatkan jatah 1.000 liter per detik, Kabupaten Gresik (700 liter/detik), Kabupaten Sidoarjo (1.000 liter/detik), Kota Pasuruan (110 liter/detik), dan Kabupaten Pasuruan (420 liter/detik). (06)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top